Reaksi Keras Indonesia Atas Tewasnya 114 Warga Myanmar Pekan Lalu

    Fajar Nugraha - 30 Maret 2021 19:27 WIB
    Reaksi Keras Indonesia Atas Tewasnya 114 Warga Myanmar Pekan Lalu
    Pertemuan 2+2 Indonesia dan Jepang diawali dengan kunjungan ke Perdana Menteri Yoshihide Suga, 30 Maret 2021. Foto: Menlu RI



    Tokyo: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi bersama dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto melakukan pertemuan 2+2 (Two plus Two) di Jepang. Isu Myanmar turut menjadi perhatian dari kedua menteri dengan rekan mereka di Jepang pada Selasa 30 Maret 2021.

    Dalam pertemuan ini, Jepang diwakili Menlu Toshimitsu Motegi dan Menhan Nobuo Kishi. Berbagai isu dibahas dalam pertemuan itu.






    Di dalam pertemuan bilateral dengan Menlu Jepang, selain membahas kerja sama bilateral Menlu Retno menyatakan bahwa kedua belah pihak juga membahas beberapa isu kawasan dan dunia.

    “Mengenai Myanmar, Indonesia dan Jepang memiliki keprihatinan yang sama melihat perkembangan situasi di Myanmar. Indonesia menolak keras penggunaan kekerasan oleh aparat keamanan yang menyebabkan jatuhnya lebih dari 100 korban meninggal pada 27 Maret 2021,” ujar Menlu Retno dalam konferensi pers secara virtual, Selasa.

    “Hal ini tidak dapat diterima. Penggunaan kekerasan harus segera dihentikan sehingga korban tidak berjatuhan kembali,” tegas Menlu.

    “Dialog harus terus diupayakan. Hanya melalui dialog Myanmar akan dapat menyelesaikan masalah mereka,” ungkap menlu perempuan pertama Indonesia itu.

    Menlu juga sempat melakukan pertemuan dengan Chairman Nippon Foundation yang juga bertindak sebagai Japanese Special Envoy for National Reconciliation in Myanmar, yaitu Sasakawa Yohei.

    Selain itu di dalam pertemuan dengan Sasakawa, dilakukan pertukaran informasi mengenai situasi di Myanmar. Dalam pernyataannya Sasakawa menghargai upaya yang terus dilakukan oleh Indonesia untuk Myanmar.

    “Sasakawa sepakat dengan pesan-pesan Indonesia agar penggunaan kekerasan segera dihentikan dan segera dilakukan dialog. Dan apa yang terjadi di Myanmar akan mempengaruhi situasi kawasan dan juga ASEAN,” tutur Menlu.

    Pada pertemuan empat menteri, Retno turut menegaskan bahwa meskipun ASEAN menghormati prinsip tidak saling mencampuri urusan dalam negeri anggotanya, upaya pendekatan tetap dilakukan kepada Myanmar.  ASEAN juga menghargai dukungan Jepang ke ASEAN dalam upaya ke Myanmar.

    “Bagi Indonesia, keamanan dan kesejahteraan warga rakyat Myanmar sangatlah penting. Dialog harus dilakukan demi membawa kembali demokrasi, kedamaian dan stabilitas di Myanmar,” ujar mantan Dubes RI di Belanda itu.

    Hingga hari ini, kekerasan yang dilakukan pihak berwenang Myanmar terhadap pedemo masih berlangsung. Tercatat kematian pedemo akibat ulah pihak keamanan sudah mencapai lebih dari 500 jiwa.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id