comscore

TETO Minta Komunitas Internasional Dukung Partisipasi Taiwan di PBB

Willy Haryono - 12 September 2021 12:26 WIB
TETO Minta Komunitas Internasional Dukung Partisipasi Taiwan di PBB
Logo PBB terlihat di markas besarnya di New York City, AS, 20 Mei 2021. (Angela Weiss / AFP)
Taipei: Sidang Umum ke-76 Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) akan diselenggarakan di New York, Amerika Serikat, pada 14 September mendatang. Menjelang acara tersebut, Kepala Kantor Dagang dan Ekonomi Taiwan (TETO), John Chen, sekali lagi menyerukan komunitas internasional untuk mendukung partisipasi Taiwan di PBB.

"Saya sekali lagi menyerukan kepada seluruh kalangan dari Indonesia untuk mendukung partisipasi Taiwan di PBB, sehingga Taiwan dan negara-negara lain di dunia dapat bekerja sama di bidang anti-pandemi global, pemulihan ekonomi dan memerangi perubahan iklim, memberikan kontribusi untuk bersama-sama mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) global yang diprakarsai PBB," ucap John, dalam keterangan tertulis  TETO yang diterima Medcom.id, Minggu, 12 September 2021.
Selama 60 tahun terakhir, Taiwan terus memberikan bantuan kepada negara-negara sahabat di seluruh dunia. Setelah PBB mengadopsi "Agenda 2030 untuk Pembangunan Berkelanjutan," TETO menyebut Taiwan telah bekerja keras untuk mencapai SDGs, termasuk dalam hal kesetaraan gender, air bersih dan sanitasi, serta kesehatan dan kesejahteraan. Belakangan ini, Taiwan lebih berkomitmen dalam menjalin kerja sama dengan negara lain untuk memerangi pandemi dan memulihkan ekonomi.

"Namun, di bawah hambatan yang tidak masuk akal dari Republik Rakyat Tiongkok, PBB dan badan-badan terkait terus menggunakan resolusi 2758 Majelis Umum PBB tahun 1971 sebagai dasar hukum untuk mengecualikan partisipasi Taiwan, dan mengarang kebohongan bahwa 'Taiwan adalah bagian dari China' untuk mengecualikan Taiwan dari PBB," tegas John.

"Komunitas internasional tidak dapat berulang kali mengutip resolusi yang tidak realistis ini, karena Resolusi 2758 hanya mengatur tentang perwakilan Tiongkok di PBB, tidak menyebutkan klaim Tiongkok untuk memiliki kedaulatan atas Taiwan, juga tidak memberi wewenang kepada Tiongkok untuk mewakili Taiwan dalam organisasi PBB," sambungnya.

Faktanya, lanjut John, Tiongkok tidak pernah memerintah Taiwan. Ia menegaskan Taiwan memiliki pemerintahan, rakyat, tanah, dan kedaulatan mandiri.

"Hanya pemerintah yang dipilih oleh rakyat Taiwan melalui prosedur demokrasi yang dapat memerintah Taiwan dan mewakili Taiwan di kancah internasional, sebagaimana semangat dasar "demokrasi" yang diungkapkan oleh Pancasila Indonesia," ungkap John.

Baca:  Taiwan Minta Dukungan Indonesia untuk Bergabung ke PBB

Saat ini, pemegang paspor Taiwan tidak diperbolehkan masuk ke PBB untuk mengunjungi atau menghadiri pertemuan. Media-media Taiwan juga tidak dapat memperoleh kartu pers untuk memasuki tempat wawancara di PBB.

Menurut John, Tiongkok menyamakan resolusi 2758 dengan "Prinsip satu Tiongkok," yang secara sewenang-wenang memaksakan sikap politiknya di PBB. Tindakan menghalangi secara keseluruhan terhadap pejabat pemerintah dan warga sipil Taiwan ini dinilai telah melanggar prinsip-prinsip dasar universal dan penghormatan terhadap hak asasi manusia yang ditegaskan saat berdirinya PBB.

Sejak penerapan Kebijakan Baru ke Arah Selatan pada 2016, Taiwan terus mempromosikan berbagai hubungan kerja sama dengan Indonesia. Sejak 2016, kedua belah pihak telah menandatangani total 20 nota kesepahaman dan rencana kerja sama untuk terus memperdalam kerja sama bilateral di bidang perdagangan dan pembangunan ekonomi, tenaga kerja, pertanian, pendidikan dan pelatihan, penerbangan sipil serta teknologi.
 







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id