comscore

Pandora Papers Seret Nama Sepupu Presiden dan PM Sri Lanka

Medcom - 05 Oktober 2021 20:52 WIB
Pandora Papers Seret Nama Sepupu Presiden dan PM Sri Lanka
Dokumen Pandora Papers menyeret ratusan nama elite global. (LOIC VENANCE / AFP)
Sri Lanka: Pandora Papers terus mengejutkan dunia. Ratusan nama elite politik mancanegara bermunculan di dokumen tersebut, yang salah satunya adalah Nirupama Rajapaksa -- sepupu dari Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa dan juga dari Perdana Menteri Mahinda Rajapaksa.

Suami Nirupama, Thirukumar Nadesan, juga muncul dalam dokumen Pandora Papers.
Dilansir dari The Week pada Selasa, 5 Oktober 2021, Nadesan disebut melakukan investasi dan membeli apartemen mewah di London, Inggris dan Australia melalui perusahaan cangkang, Pacific Commodities.

"Nadesan mendirikan perusahaan cangkang dan perwalian lain di yurisdiksi kerahasiaan. Ia menggunakannya untuk mendapatkan kontrak konsultasi yang menguntungkan dari perusahaan asing yang berbisnis dengan pemerintah Sri Lanka dan untuk membeli karya seni," tulis laporan International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ) yang merilis Pandora Papers.

Pada 2018, Pacific Commodities teridentifikasi mentransfer 31 lukisan dan karya seni asal Asia Selatan ke Geneva Freeport, sebuah gudang yang sangat aman. Hal ini membuat aset Pacific Commodities tidak dikenakan pajak atau bea.

Bahkan, ICIJ melaporkan, Nadesan terhubung dengan beberapa perusahaan seperti Concord Assets Inc, Pallene Investment Limited, Pacific Commodities Limited, Nadesan Trust, The Sri Nithi Trust, Pacific Trust, Challan Oil Exploration Limited, dan Rosetti Limited.

Baca:  700 Elite Bertengger di Pandora Papers, PM Pakistan Janji Bakal Ambil Tindakan

Selain itu, perusahaan offshore milik Nadesan disebut telah dikelola penyedia layanan yang berbasis di Singapura, Asiaciti Trust. Asetnya mencapai angka USD18 juta. Sementara Nirupama diketahui telah terhubung dengan Challan Oil Exploration Limited dan Rosetti Limited. 

"Asiaciti Trust mengelola beberapa perusahaan dan perwalian offshore Nadesan, dengan aset senilai sekitar 18 juta dollar," kata laporan ICIJ.

Pada 2016, Nadesan ditangkap di sebuah vila mewah yang terkait dengan Menteri Keuangan Sri Lanka, Basil Rajapaksa. Pada 2011, sebuah surat elektronik (email) yang mengarah ke Asiaciti Trust menunjukkan, penasihat Nadesan telah menempatkan total kekayaannya sekitar 160 juta dollar. 

Nadesan pun sempat didakwa melakukan penggelapan sehubungan dengan kesepakatan real estate. Hingga kini, Nadesan dan Nirupama telah menolak untuk menjawab pertanyaan ICIJ seputar perwalian dan perusahaan mereka. 

Tak hanya Nadesan, Pandora Papers disebut juga sukses mengungkap investasi luar negeri rahasia dari 35 pemimpin dunia dan 300 pejabat publik. Mereka disebut-sebut sebagai jajaran elite yang memegang posisi sebagai menteri, hakim, wali kota dan jenderal militer dari sekitar 90 negara. (Nadia Ayu Soraya)

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id