Kim Jong-un Perintahkan ‘Pertempuran’ 80 Hari untuk Tingkatkan Ekonomi

    Fajar Nugraha - 06 Oktober 2020 13:46 WIB
    Kim Jong-un Perintahkan ‘Pertempuran’ 80 Hari untuk Tingkatkan Ekonomi
    Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un perintahkan 'pertempuran' demi pertumbuhan ekonomi. Foto: AFP
    Pyongyang: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah memerintahkan upaya nasional untuk meningkatkan ekonomi yang menurun parah. Perintah dikeluarkan menjelang kongres Partai Pekerja Korut (WPK) pada Januari.

    Keputusan itu dibuat selama pertemuan partai yang berkuasa di Korut dan datang ketika pandemi covid-19 serta banjir baru-baru ini menambah tekanan pada ekonomi negara yang lesu itu.

    Menjelang kongres partai itu, mobilisasi massa pun diwajibkan. Tidak hanya itu jam kerja ekstra dan tugas tambahan juga diterapkan karyawan.

    Upaya tersebut biasanya dijuluki ‘Pertempuran’. Sementara kantor berita resmi KCNA menggambarkannya seperti itu dalam bahasa Korea, dalam versi bahasa Inggrisnya menggunakan istilah yang lebih diplomatik ‘kampanye’.

    "Kami telah menunjukkan prestasi bersejarah dengan upaya mahal kami, dengan berani mengatasi cobaan dan kesulitan berat yang belum pernah terjadi sebelumnya tahun ini. Tetapi kami tidak boleh berpuas diri," sebut pernyataan pemerintah melalui KCNA, seperti dikutip AFP, Selasa 6 Oktober 2020.

    "Kami masih menghadapi tantangan yang tidak bisa diabaikan dan ada banyak tujuan yang harus kami capai dalam tahun ini,” jelas pernyataan itu.

    Partisipasi dalam ‘pertempuran’ yang melelahkan diawasi dengan ketat. Hal ini juga digunakan sebagai ukuran kesetiaan kepada rezim, dengan kampanye di masa lalu yang dikecam oleh kelompok-kelompok hak asasi karena dugaan penerapan sistem kerja paksa.

    Partai penguasa Korea Utara akan menyusun rencana ekonomi baru pada kongres Januari. Ini menjadi pertemuan pertama dalam lima tahun.

    Korea Utara telah menderita salah urus ekonomi kronis dan rencana sebelumnya diam-diam dibatalkan awal tahun ini. Dengan pertemuan partai pada Agustus menyimpulkan bahwa "tujuan untuk meningkatkan ekonomi nasional telah tertunda serius".

    Itu juga terkena sanksi internasional yang dijatuhkan sebagai tanggapan atas program rudal balistik dan nuklirnya, yang telah membuat kemajuan pesat di bawah kepemimpinan Kim.

    Pengamat memperkirakan Pyongyang akan menampilkan perkembangan terbaru dalam program-program tersebut pada Sabtu 10 Oktober. Pada tanggal itu akan ada acara besar untuk menandai ulang tahun ke-75 partai yang berkuasa di negara itu.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id