Jumlah Ikan Paus Terdampar di Australia Jadi 470

    Willy Haryono - 23 September 2020 10:44 WIB
    Jumlah Ikan Paus Terdampar di Australia Jadi 470
    Petugas dan relawan berusaha menyelamatkan ratusan paus pilot di Macquarie Harbour, Tasmania, Australia, 23 September 2020. (AFP)
    Tasmania: Petugas gabungan dan pakar kelautan menemukan tambahan 200 ikan paus yang terdampar di pesisir Australia pada Rabu 23 September 2020. Lewat tambahan tersebut, total paus yang terdampar di Tasmania kini mencapai 470.

    Dari total tersebut, banyak paus yang diperkirakan sudah meninggal. Selasa kemarin, otoritas Australia mengatakan 90 dari 270 paus yang terdampar di Macquarie Harbour, Tasmania, sudah mati.

    Upaya penyelamatan paus di Macquarie Harbour memasuki hari ketiga pada Rabu ini. Tambahan 200 paus ditemukan saat tim penyelamat melakukan pemantauan pesisir via udara.

    "Paus-paus ini terlihat dalam kondisi yang memprihatinkan," kata Nic Deka, manajer regional Dinas Pertamanan dan Lingkungan Hidup Tasmania, dalam sebuah konferensi pers.

    "Sebagian besar dari mereka terlihat sudah mati. Jika mereka bisa diselamatkan, maka kami akan mengirim tambahan kru ke sana," sambungnya, dikutip dari laman Telegraph.

    Terdamparnya ratusan paus ini merupakan peristiwa terbesar dalam era modern di Australia. Sejumlah pakar belum dapat menentukan penyebab pasti terdamparnya ratusan paus tersebut.

    Pada 1996, 320 paus pilot (pilot whale) terdampar di pesisir Australia Barat. Kala itu, terdamparnya 320 paus disebut sebagai yang terbesar di Negeri Kanguru.

    Sekitar 600 paus pilot terdampar di Selandia Baru pada 2017. Paus pilot adalah spesies lumba-lumba laut yang dapat tumbuh hingga sepanjang 7 meter dengan berat 3 ton.

    Petugas gabungan yang terdiri dari pekerja dinas, nelayan, dan warga setempat, berharap dapat menyelamatkan lebih banyak paus pada Rabu ini. Proses penyelamatan melibatkan upaya turun ke air bertemperatur dingin, mengikat tali ke paus, dan menggiring mereka ke pelabuhan dengan menggunakan kapal.

    "Kami belum mencapai tahap untuk mempertimbangkan euthanasia (suntik mati). Tapi skema tersebut ada dalam benak kami," ujar Kris Carlyon, pakar biologi dari agensi konservasi Australia.

    "Hari ini kami masih optimistis dapat menyelamatkan lebih banyak paus," pungkasnya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id