Mantan Menkes Sebut Kasus Covid-19 Jepang Kemungkinan Lebih Tinggi

    Arpan Rahman - 10 April 2020 16:05 WIB
    Mantan Menkes Sebut Kasus Covid-19 Jepang Kemungkinan Lebih Tinggi
    Warga menerapkan aturan jaga jarak di Jepang. Foto: AFP
    Tokyo: Seorang mantan kepala kesehatan Jepang mengatakan jumlah kasus virus korona di negaranya bisa 10 kali lebih tinggi dari perkiraan resmi. Ia mengutip rendahnya jumlah infeksi yang dilaporkan.

    Yoichi Masuzoe, mantan Menteri Kesehatan dan mantan Gubernur Tokyo, mengatakan pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe menunda tindakan dan tidak mengindahkan peringatan dari Masuzoe. Hal itu dilaporkan surat kabar lokal Mainichi Shimbun, Kamis.

    “Saya mendesak pemerintah untuk membuat pengujian reaksi berantai polimerase lebih banyak tersedia untuk umum, tetapi Tokyo tidak banyak bereaksi,” ujar Masuzoe.

    “Kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan jumlah total kasus bisa 10 kali lebih tinggi, atau dengan nol lagi," tegasnya.

    Kritik Masuzoe terhadap pemerintah datang pada saat Jepang melaporkan lonjakan kasus. Jumlah kasus, kurang dari 5.000, masih relatif rendah dibandingkan dengan negara lain. Statistik itu tidak termasuk pasien yang terinfeksi di kapal pesiar yang berlabuh di Yokohama pada Januari.

    Dilansir dari UPI, Jumat 10 April 2020, karena semakin banyak pasien yang dikonfirmasi terjangkit covid-19, data penting tersedia tentang populasi yang terinfeksi di Jepang.

    Menurut Kepala Sekretaris Kabinet Yoshihide Suga, 70 persen pasien yang meninggal karena penyakit ini adalah laki-laki, sementara 60 persen dari semua kasus adalah laki-laki, NHK dan Jiji Press melaporkan Kamis.

    Angka-angka itu secara kasar sejajar dengan statistik dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut WHO, sekitar dua pertiga pasien di Eropa yang meninggal karena covid-19 adalah laki-laki.

    Pada Kamis, Suga juga mengatakan kondisi dan usia yang mendasarinya berdampak pada tingkat keparahan infeksi. Jepang tidak menyatakan keadaan darurat sampai setelah Olimpiade Musim Panas 2020 ditunda pada 24 Maret.

    Daily Beast melaporkan Kamis, tingkat rendah pengujian Jepang membuatnya "sulit untuk secara akurat menilai tingkat prevalensi covid-19."

    Analis menduga jumlah sebenarnya kasus dan kematian dapat tertimbun dalam statistik pneumonia Jepang, menurut laporan.

    Jepang mengatakan telah melakukan 61.498 tes, jauh di bawah negara tetangga Korea Selatan dengan 494.711. Kedua negara mengalami wabah pertama mereka pada saat yang sama.

    Kini jumlah kasus positif infeksi covid-19 di seluruh dunia telah mencapai  1.602.885. Sementara korban tewas tercatat pada angka 95.745 jiwa dan yang sembuh mencapai 355.514 pasien.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id