Adik Perempuan Kim Jong-un di Pusaran Pergantian Kekuasaan Korut

    Fajar Nugraha - 24 Agustus 2020 15:33 WIB
    Adik Perempuan Kim Jong-un di Pusaran Pergantian Kekuasaan Korut
    Kim Yo-jong dikabarkan memegang kekuasaan setelah kabar Kim Jong-un dalam kondisi koma. Foto: AFP
    Pyongyang: Korea Utara (Korut) telah diperintah oleh keluarga Kim sejak didirikan setelah Perang Dunia II. Suksesi hanya terjadi dua kali, dengan pemimpin yang berkuasa mempersiapkan salah satu putranya untuk menjadi penanggung jawab berikutnya.

    Tetapi kali ini ada yang berbeda. Ketika rumor mengenai kesehatan pemimpin Kim Jong-un memburuk, tidak ada ahli waris yang jelas. Padahal , Korut berada di jalur kontraksi ekonomi terburuk dalam lebih dari dua dekade.

    Orang terbaik untuk menggantikan peran Kim Jong-un mungkin adalah saudara perempuan Kim, Kim Jo-Yong. Nama Jo-yong beberapa kali muncul setiap kabar kondisi kesehatan kakaknya memburuk. Dia dinilai telah mengalahkan saingan potensial di dinasti yang didominasi laki-laki.

    Bagaimana cara pemimpin baru Korea Utara dipilih dan siapa calon potensialnya, antara lain dapat diperhatikan melalui:

    1. Bagaimana pemimpin baru dipilih?

    Sejauh ini semuanya sangat mudah. Pemimpin pertama Korut, Kim Il-sung, memilih putranya Kim Jong-il, yang kemudian memilih putranya, Kim Jong-un untuk berkuasa saat ini.

    Sebelum transisi, ahli waris dipersiapkan dan dipindahkan ke posisi penting dalam aparatur negara. Sementara mesin propaganda bekerja keras untuk membangun citra yang akan mendukung pemujaan kepribadian.

    2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan?

    Transisi pertama didelegasikan dengan baik dengan organ-organ negara yang berjanji setia kepada Kim Jong-il sejak tahun 1970-an. Kesetiaan itu akhirnya diresmikan pada 1980 ketika Kim Jong-il diangkat ke posisi tinggi di Partai Buruh dan militer yang berkuasa. Dia naik ke ‘pemimpin tertinggi’ ketika ayahnya meninggal pada 1994.

    Kedua kalinya, segalanya menjadi sedikit lebih terburu-buru karena Kesehatan Kim Jong-il yang buruk. Pada 2009, aparatur militer dan partai papan atas mulai menjanjikan sumpah setia kepada Kim Jong-un dan pada September 2010, Jong-un secara resmi ditunjuk untuk jabatannya yang menonjol, saat masih berusia pertengahan 20-an. Dia mengambil alih kekuasaan pada Desember 2011 ketika Kim Jong-il meninggal.

    3. Adakah yang bisa menolak?

    Keputusan terakhir sejauh ini diberikan kepada pemimpin yang berkuasa. Tidak ada ruang untuk perbedaan pendapat. Pejabat tinggi tahu bahwa untuk mempertahankan status elite mereka, mereka harus mendukung keluarga Kim dan siapa pun yang secara terbuka mempertanyakan kualifikasi pemimpin berisiko membuat diri mereka dan keluarga mereka dijebloskan ke penjara politik.

    Meski begitu, butuh beberapa tahun bagi Kim Jong-il dan Kim Jong-un untuk menemukan pijakan, melakukan konsolidasi kekuasaan, dan membersihkan orang-orang yang mereka anggap bermasalah.

    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id