India Terancam Kekurangan Pangan karena Virus Korona

    Arpan Rahman - 15 Mei 2020 16:06 WIB
    India Terancam Kekurangan Pangan karena Virus Korona
    Deretan pekerja migran yang mengantre untuk makan di saat wabah covid-19 di India. Foto: AFP
    New Delhi: India mungkin menghadapi kekurangan pangan yang parah karena virus korona. Kondisi ini secara besar-besaran mengganggu rantai makanan negara itu.

    Dosen ekonomi Universitas Kent, Dr Amrit Amirapu mengatakan India telah memiliki salah satu penguncian (lockdown) virus korona terketat di dunia 

    Dalam wawancara dengan Daily Express, dia memperingatkan produksi makanan dan rantai distribusi India sudah mengalami gangguan besar. Dia menjelaskan ini bisa berdampak jangka panjang dan berdampak negatif pada industri produksi makanan.

    "Pasokan pangan telah terpengaruh secara negatif. Di India telah berlaku salah satu pembatasan ketat yang diterapkan di dunia. Itu telah mempersulit buruh migran untuk terus bekerja di pertanian selama masa panen,” ujar Dr Amirapu.

    "Telah terjadi pengurangan pasokan tenaga kerja yang dibutuhkan untuk memanen hasil pangan. Di negara-negara berkembang, pertanian jauh lebih padat karya daripada di negara-negara kaya," tegasnya, disitir dari Daily Express, Jumat 15 Mei 2020.

    Dr Amirapu menyimpulkan bahwa pengurangan tenaga kerja ini dapat memiliki efek gelombang yang penting saat dunia bergerak melalui pandemi.

    Dia juga menjelaskan bahwa tercipta masalah lain yang disebabkan virus korona selain pengurangan pekerja. "India adalah produsen pangan besar, saat yang sama ada laporan bahwa petani merasa kesulitan, setelah memanen pangan, untuk melakukan perjalanan ke pasar makanan pertanian,” tuturnya.

    "Rupanya polisi mencegah mereka bepergian di bawah interpretasi mereka melanggar aturan kuncian. Ini adalah kasus di beberapa daerah pangan makanan itu sendiri yang terkena dampak langsung," sebut Amirapu.

    Amirapu juga menyoroti masalah terburuk yang bisa dihadapi negara-negara berkembang selama pandemi virus korona dalam hal pangan. "Masalah terburuk bagi negara-negara berkembang, dalam hal kekurangan makanan, adalah ada banyak negara miskin yang bergantung pada impor makanan. Jadi bagi banyak dari negara itu, mereka mengimpor cukup banyak pangan mereka ke sejumlah miliaran dolar makanan,” sebut Amirapu.

    "Masalahnya adalah akan ada kenaikan nilai tukar yang menyebabkan harga makanan naik dalam mata uang lokal. Jadi misalnya, jika Anda berada di Zambia harga beras impor akan naik. Ini berlaku bahkan jika tidak ada yang terjadi, bahkan jika harga beras internasional tidak berubah,” imbuhnya.

    "Itu akan terjadi dan pada saat yang sama, pengangguran akan meningkat di seluruh dunia. Orang-orang akan memiliki lebih sedikit uang untuk dibelanjakan untuk makanan," pungkas Amirapu.



    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).




    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id