comscore

Polisi Sydney Selamatkan Pelajar Tiongkok dari 'Penculikan Virtual'

Marcheilla Ariesta - 21 September 2020 21:48 WIB
Polisi Sydney Selamatkan Pelajar Tiongkok dari Penculikan Virtual
Ilustrasi penculikan. Foto: Medcom.id.
Sydney: Polisi Australia berhasil menemukan seorang pelajar internasional Tiongkok dari aksi penculikan virtual. Pelajar ini diduga menjadi sasaran aksi 'penculikan virtual' di Sydney awal September.

Polisi mengatakan pelajar perempuan berusia 18 tahun itu dilaporkan hilang pada Selasa, 8 September 2020 lalu setelah video dan gambarnya dikirim ke keluarganya di Tiongkok melalui aplikasi WeChat. 

 



Video tersebut diikuti dengan permintaan uang oleh seseorang yang mengaku sebagai Polisi Tiongkok, untuk memastikan anak perempuan tersebut kembali dengan selamat. Penipu telah berhasil membohongi keluarga si pelajar lebih dari USD 200 ribu (setara Rp2,9 miliar).

Menanggapi kasus itu, polisi membentuk pasukan khusus usai melakukan penyelidikan ekstensif yang melibatkan Polisi Federal Australia dan otoritas Tiongkok. Anak perempuan itu akhirnya ditemukan dalam keadaan aman dan sehat di Pyrmont pada Selasa, 15 September 2020 waktu setempat.

Detektif mendatangi sebuah unit di Chatswood, di Lower North Shore Sydney,  yang menjadi tempat kejadian perkara beberapa waktu setelah penyelidikan berlangsung. Saat itu,  kasus 'penculikan virtual' telah masuk dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Polisi saat ini tengah menginterogasi seorang pria 22 tahun terkait kasus tersebut. Kepala Detektif Polisi New South Wales, Darren Bennett mengatakan pria itu, yang merupakan mahasiswa hukum, mengira dia membantu pihak berwenang Tiongkok tetapi juga telah ditipu dalam aksi penipuan itu.

"Dia dihubungi, dan dipercaya untuk membantu apa yang dia pikir adalah otoritas Tiongkok untuk menjaga saksi yang dilindungi di Sydney," kata Bennett, seperti dikutip dari 9News, Senin, 21 September 2020. 

"Itu tidak benar, bukan otoritas Tiongkok, itu penipuan. Sungguh sulit dipercaya apa yang terjadi," kata Bennett.

Gadis itu awalnya tidak menyadari bahwa dia sedang ditipu sampai polisi memberi tahunya. Dia juga memperingatkan bahwa penipuan 'penculikan virtual' terus menargetkan pelajar Tiongkok yang belajar di Australia, dan juga orang-orang di seluruh dunia.

"Dalam insiden ini, polisi telah diberitahu bahwa kontak awal dilakukan pada Juli tahun ini setelah wanita itu menerima email dari orang yang mengaku sebagai Polisi Tiongkok dan mengklaim bahwa data pribadinya telah digunakan secara ilegal pada paket yang dicegat di luar negeri," kata Bennett.

Ia menambahkan, sejak saat itu, lebih dari USD213 ribu telah ditransfer ke rekening luar negeri menyusul permintaan uang - yang tampaknya telah berkembang menjadi penculikan virtual.

Menurutnya, para penipu yang terlibat dalam 'penculikan virtual' ini terus menyesuaikan skrip dan metodologi mereka yang dirancang untuk memanfaatkan kepercayaan orang pada pihak berwenang.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id