Korea Selatan Tangkap Penyelundup Masker di Tengah Pandemi

    Arpan Rahman - 26 Maret 2020 19:10 WIB
    Korea Selatan Tangkap Penyelundup Masker di Tengah Pandemi
    Masker menjadi alat pelindung penting di tengah wabah virus korona. Foto: AFP
    Busan: Polisi Korea Selatan (Korsel) menangkap dan mendakwa seorang karyawan produsen masker kesehatan dan menuduh tiga orang lainnya mengekspor peralatan antivirus secara ilegal ke Tiongkok.

    Pegawai tersebut, yang diidentifikasi sebagai Terdakwa A, telah mengambil 89.000 masker dari inventaris, lapor kantor berita Korea Selatan, News 1, Rabu.

    Dinukil dari UPI, Kamis, 26 Maret 2020, polisi di kota Busan mengatakan, terdakwa dituduh melakukan pencurian dan pelanggaran hukum urusan farmasi Korea.

    Masker telah menjadi barang yang sangat dicari di Korsel setelah pandemi virus korona. Para ahli di negara itu mengatakan masker mencegah penyebaran COVID-19.

    Terdakwa A tidak bertindak sendiri.  Tiga broker dan distributor, diidentifikasi sebagai Tergugat B, C, dan D, dituduh melanggar hukum urusan farmasi. Terdakwa D adalah distributor utama masker ke Tiongkok, dan untuk klien domestik Korsel.

    Terdakwa A mencuri masker dari perusahaan di Yangsan, Provinsi Gyeongsang Selatan sekitar pukul 23:00 pada 8 Maret, kata polisi.  Persediaan itu bernilai sekitar USD57.000 setara Rp926,5 juta. Terdakwa A menjual topeng dengan harga sekitar 33 hingga 90 sen per masker (setara Rp5.400 hingga Rp14.600) kepada Terdakwa B.

    Terdakwa D, penerima akhir masker curian, menjual 50.000 masker ke Tiongkok, dan menjual 39.000 sisanya di dalam negeri, dengan harga USD1,95 setara Rp31.700 per masker.

    Masker langka pasokannya di Korea, di mana pemerintah membatasi pembelian hanya dua masker per minggu. Masker biasanya dijual di apotek dan toko obat di mana warga Korsel biasanya mengantre untuk membeli.

    Masker bisa terus tetap diminati di Tiongkok. Negara itu mulai mengimpor masker wajah menggunakan pegawai negeri yang ditempatkan di luar negeri pada Februari.

    Bulan lalu, Bloomberg melaporkan perusahaan penjelajah minyak yang dikontrol negara Tiongkok PetroChina Co mengarahkan karyawannya di 20 negara untuk membeli masker wajah dan mengirimnya pulang.

    Karyawan Tiongkok membeli masker dalam jumlah besar di Home Depot dan toko Lowe sebelum pandemi mengambil alih Amerika Serikat, menurut laporan tersebut.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id