Pengamat AS: Tiongkok Suntik Vaksin Covid-19 ke Kim Jong-un

    Marcheilla Ariesta - 01 Desember 2020 16:16 WIB
    Pengamat AS: Tiongkok Suntik Vaksin Covid-19 ke Kim Jong-un
    Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mendapatkan suntikan vaksin covid-19 dari Tiongkok. Foto: AFP
    Seoul: Seorang pengamat dari Amerika Serikat (AS) mengatakan, dirinya mendapat informasi bahwa Tiongkok memberikan vaksin virus korona ke pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un. Kabar itu muncul dari dua sumber intelijen Jepang.

    Harry Kazianis, seorang ahli Korea Utara di wadah pemikir Center for the National Interest di Washington mengatakan, Kim Jong-un serta keluarga dan beberapa pejabat senior Korea Utara telah divaksinasi.

    Tidak jelas perusahaan mana yang telah memasok kandidat obatnya kepada Kim dan apakah itu terbukti aman.

    Tanpa ada bukti mengenai kemanjuran atau keamanan dari vaksin, membuat Jong-un dan keluarga layaknya kelinci percobaan.

    "Kim Jong-un dan beberapa pejabat tinggi lainnya dalam keluarga Kim dan jaringan kepemimpinan telah divaksinasi untuk virus korona dalam dua hingga tiga minggu terakhir berkat kandidat vaksin yang disediakan oleh pemerintah Tiongkok,” tulis Kazianis dalam sebuah artikel untuk outlet online,19FortyFive, seperti dikutip AFP, Selasa 1 Desember 2020.

    Mengutip ilmuwan medis AS Peter J Hotez, dia mengatakan, setidaknya tiga perusahaan Tiongkok sedang mengembangkan vaksin virus korona, termasuk Sinovac Biotech, CanSinoBio, dan Sinophram Group.

    Sinophram mengatakan kandidatnya telah digunakan oleh hampir 1 juta orang di Tiongkok. Meskipun tidak ada perusahaan yang diketahui secara terbuka meluncurkan uji klinis Fase 3 dari vaksin covid-19 eksperimental mereka.

    Korea Utara belum mengonfirmasi infeksi virus korona, tetapi Badan Intelijen Nasional (NIS) Korea Selatan mengatakan wabah di sana tidak dapat dikesampingkan karena negara itu memiliki perdagangan dan interaksi warga Korut dengan Tiongkok yang menjadi sumber pandemi. Interaksi aktif itu terus dilakukan sebelum akhirnya perbatasan ditutup pada akhir Januari.

    Microsoft mengatakan, bulan lalu bahwa dua kelompok peretas Korea Utara telah mencoba masuk ke jaringan pengembang vaksin di banyak negara, tanpa menentukan perusahaan yang menjadi target. Sumber mengatakan bahwa mereka termasuk pembuat obat Inggris AstraZeneca.

    NIS mengatakan pekan lalu bahwa mereka telah menggagalkan upaya Korea Utara untuk meretas pembuat vaksin covid-19 Korea Selatan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id