comscore

Tuan Rumah APEC, PM Selandia Baru Serukan Aksi Iklim yang Lebih ‘Berani’

Medcom - 10 November 2021 17:05 WIB
Tuan Rumah APEC, PM Selandia Baru Serukan Aksi Iklim yang Lebih ‘Berani’
Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern. Foto: AFP
Wellington: Perdana Menteri (PM) Selandia Baru, Jacinda Ardern mengatakan, diperlukan tindakan yang lebih ‘berani’ terhadap perubahan iklim

Perdagangan Lingkar Pasifik (Pacific Rim) dan Menteri Luar Negeri Selandia Baru,  Nanaia Mahuta disebut sepakat untuk mendorong pembekuan subsidi bahan bakar fosil dalam pertemuan puncak virtual pada Rabu, 10 November 2021.

 



Dilansir dari AFP, Rabu, 10 November 2021, para menteri dari kelompok Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) yang beranggotakan 21 negara bertemu secara online untuk membahas tanggapan mereka terhadap covid-19.

Pembahasan ini disebut berlangsung jelang pertemuan para pemimpin internasional pada Sabtu, termasuk Presiden Amerika Serikat (AS), Joe Biden dan Presiden Tiongkok, Xi Jinping.

Menteri Perdagangan Selandia Baru, Damien O'Connor mengatakan, sorotan termasuk rencana untuk secara sukarela membekukan subsidi bahan bakar fosil dan komitmen guna meliberalisasi tarif vaksin serta pasokan medis pandemi lainnya.

Ardern pun memuji langkah subsidi bahan bakar fosil, dengan mengatakan, hal tersebut berpotensi mengalihkan miliaran dolar dari sektor yang sangat berpolusi ke teknologi hijau. 

Namun, saat para pemimpin APEC menghadapi tekanan untuk tindakan yang berarti terhadap perubahan iklim di tengah pembicaraan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), COP26 di Glasgow, Skotlandia, Ardern mengatakan, hal itu tidak cukup jauh.

“Apakah kita perlu lebih ambisius dari ini? Tentu saja. Kami tentu ingin melihat dunia di mana tidak ada subsidi bahan bakar fosil di ekonomi kami, itu sudah lama menjadi posisi Selandia Baru, yang akan terus kami advokasi,” kata Ardern.

“Jika dunia tidak siap untuk mengambil tindakan berani terhadap perubahan iklim, maka dunia harus siap untuk hasil bencana dari perubahan iklim,” tegasnya.

Masalah ini pun disorot pada pembicaraan iklim COP26 di Glasgow, dimana 91 kepala perusahaan global besar menyerukan penghapusan subsidi bahan bakar fosil. (Nadia Ayu Soraya)

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id