comscore

Kejahatan Dunia Maya Merebak saat Pandemi, Taiwan Berperan Beri Bantuan

Fajar Nugraha - 16 November 2021 20:04 WIB
Kejahatan Dunia Maya Merebak saat Pandemi, Taiwan Berperan Beri Bantuan
CIB Taiwan saat menerima berkas kasus dari Kantor Kejaksaan Montenegro. Foto: TETO
Taipei: Pada 2020, pandemi covid-19 melanda sebagian besar dunia. Namun di saat bersama, dunia juga mengalami peningkatan kasus kejahatan di dunia maya.

Pada pertengahan Mei 2021, Republic of China atau Taiwan mendadak mengalami peningkatan jumlah kasus. Ketika Taiwan sangat membutuhkan bantuan, mitra seperti Amerika Serikat, Jepang, Lituania, Republik Ceko, Slovakia, dan Polandia, serta Fasilitas COVAX  yakni mekanisme alokasi global untuk vaksin covid-19, segera berjanji untuk menyumbangkan atau memberikan vaksin  ke Taiwan, sehingga Taiwan secara bertahap dapat mengendalikan pandemi.
Ini adalah bukti upaya bersama internasional untuk mengatasi tantangan serius yang ditimbulkan oleh pandemi. Upaya bersama ini juga diperlukan untuk mengatasi meningkatnya kejahatan dunia maya internasional di era pascapandemi, dan Taiwan bersedia menjadi bagian dari upaya itu.

“Selama pandemi, lembaga pemerintah Taiwan dan perusahaan swasta telah mengikuti kebijakan antipandemi untuk mencegah infeksi klaster. Orang-orang mulai bekerja di rumah, sekolah mengadopsi pembelajaran virtual, konsumen beralih ke e-commerce, dan platform layanan pemesanan dan pengiriman makanan online berkembang pesat,” ucap, Komisioner Criminal Investigation Bureau (CIB) Taiwan, Huang Chia-lu, dalam keterangan tertulis Kamar Dagang Taiwan, yang diterima Medcom.id, Selasa 16 November 2021.

“Pandemi telah menyebabkan perubahan dalam kehidupan manusia. Meskipun pandemi akan mereda di masa mendatang, namun tidak demikian dengan penyebaran teknologi siber yang telah merambah ke dalam kehidupan kita, baik dalam pekerjaan, kehidupan, belajar, waktu luang dan hiburan yang membentuk gaya hidup baru secara keseluruhan,” imbuhnya.

“Meningkatnya ketergantungan kita pada teknologi siber juga membuat kelompok kriminal lebih mudah mengeksploitasi kerentanan keamanan untuk melakukan tindakan kejahatan. Oleh karena itu, keamanan siber akan menjadi tugas krusial di era pascapandemi untuk menjaga keselamatan publik di seluruh dunia,” jelasnya.

Huang menambahkan, karena kejahatan dunia maya tiada batas negara, maka korban, pelaku, dan TKP mungkin berada di negara yang berbeda.  Kejahatan dunia maya yang paling umum adalah penipuan telekomunikasi, yang memanfaatkan internet dan teknologi telekomunikasi lainnya.  Kerja sama antar negara diperlukan untuk membawa sindikat penjahat internasional ke pengadilan.

Pada tahun 2020, polisi Taiwan menggunakan analitik data besar untuk mengidentifikasi beberapa warga negara Taiwan yang dicurigai melakukan operasi penipuan telekomunikasi di Montenegro. Taiwan menghubungi Montenegro dan mengusulkan bantuan hukum timbal balik, yang memungkinkan Montenegrin Special State Prosecutor’s Office untuk melanjutkan kasus ini.

Melalui upaya bersama, pasukan polisi Taiwan dan Montenegro mengungkap tiga operasi penipuan telekomunikasi, dan menangkap 92 tersangka yang dituduh menyamar sebagai pejabat pemerintah, polisi, dan jaksa dari Tiongkok. Jumlah korban penipuan lebih dari 2.000, menyebabkan kerugian materi mencapai USD22,6 juta.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id