Kematian Harian Covid-19 di India Kembali di Atas 4.000

    Willy Haryono - 16 Mei 2021 13:37 WIB
    Kematian Harian Covid-19 di India Kembali di Atas 4.000
    Tenaga medis menaruh sebuah ventilator yang sudah rusak di lorong rumah sakit di Amritsar, India pada 14 Mei 2021. (NARINDER NANU / AFP)



    New Delhi: Otoritas kesehatan India mencatat angka kematian harian akibat Covid-19 mencapai angka 4.077 per hari Minggu ini, 16 Mei 2021. Sementara tambahan jumlah kasus Covid-19 di hari yang sama mencapai 311.170.

    Dilansir dari laman Anadolu Agency, tambahan data menjadikan total kasus Covid-19 di India mencapai 24,68 juta dengan jumlah kematian di angka 270.284.

     



    India, negara yang saat ini tengah dilanda gelombang kedua Covid-19, mencatat kasus harian di bawah 400 ribu dalam beberapa hari terakhir. Namun angka tersebut masih relatif tinggi dan belum turun ke kisaran 200 atau 100 ribu.

    Masih tingginya kasus harian Covid-19 membuat banyak rumah sakit di sejumlah negara bagian kewalahan menangani pasien. Minimnya pasokan oksigen juga mempersulit upaya tenaga medis dalam menangani pasien Covid-19.

    Mengenai infeksi harian Covid-19 dalam beberapa hari terakhir ini, Kementerian Kesehatan India mengklaim bahwa gelombang kedua sudah mulai "stabil."

    Baca:  India Laporkan 4.120 Kematian Akibat Covid-19 dalam Sehari

    Saat ini India sedang memvaksinasi semua orang berusia 18 tahun ke atas. Namun beberapa negara bagian melaporkan kekurangan pasokan vaksin Covid-19.

    Sejumlah pakar menyalahkan pemerintah atas ketidaksiapan menghadirkan cukup pasokan vaksin usai bulan lalu mengumumkan rencana vaksinasi bagi semua warga di atas 18 tahun.

    Berdasarkan data Pemerintah India saat ini, lebih dari 180 juta dosis vaksin Covid-19 telah diberikan kepada warga. Jumlah tersebut masih relatif minim karena populasi India berkisar 1,3 miliar, dan masing-masing warga perlu menerima dua dosis agar bisa disebut telah divaksinasi secara menyeluruh.

    Vaksin Slank untuk Indonesia

    Dalam upaya mendukung vaksinasi di Tanah Air, Media Group bersama Slank menggelorakan kampanye sosial bertajuk "Vaksin untuk Indonesia". Kampanye ini adalah upaya untuk bersama-sama bangkit dari pandemi dan memupuk optimisme menuju normal baru dengan terus menjaga kesehatan fisik dan mental. Vaksin dalam tajuk ini bukan saja berarti "obat" atau "anti-virus", tetapi juga upaya untuk menguatkan kembali mental dan spirit kita di tengah kesulitan akibat pandemi.

    "Slank dan Media Group bikin gerakan yang bertema 'Vaksin untuk Indonesia'. Berharap lewat musik dan dialog, acara ini bisa menyemangati dampak pandemi yang mengenai kehidupan kita, supaya tetap semangat. Kita hibur supaya senang, supaya imun kita naik juga. Mengajak masyarakat untuk jangan takut untuk divaksin. Ini salah satu solusi untuk lepas dari pandemi," terang drummer Slank, Bimo Setiawan Almachzumi alias Bimbim.

    Program "Vaksin untuk Indonesia" tayang di Metro TV setiap hari Jumat, pukul 20:05 WIB. Dalam tayangan ini, Slank bukan saja menyuguhkan musik semata, tetapi juga menampilkan perjalanan ke sejumlah tempat dan berinteraksi dengan masyarakat dari berbagai latar belakang sosial.

     

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id