comscore

AS, Jepang Peringatkan Tiongkok untuk Tidak Timbulkan Ketidakstabilan Kawasan

Fajar Nugraha - 17 Maret 2021 10:26 WIB
AS, Jepang Peringatkan Tiongkok untuk Tidak Timbulkan Ketidakstabilan Kawasan
Pertemuan 2+2 Jepang dan Amerika Serikat yang dibuka oleh PM Jepang Yoshihide Suga (tengah). Foto: AFP
Tokyo: Pertemuan 2+2 (two plus two) antara Menlu dan Menhan Jepang bersama dengan Menlu-Menhan Amerika Serikat (AS) berlangsung di Tokyo, Jepang pada Selasa 16 Maret 2021. Kedua belah pihak membahas peran Tiongkok di kawasan Asia-Pasifik.

AS dan Jepang memperingatkan Beijing terhadap "pemaksaan dan perilaku destabilisasi”. Kedua negara pun membicarakan kerja sama diplomatik dan pertahanan tingkat atas yang bertujuan untuk memperkuat aliansi mereka melawan pengaruh Tiongkok yang meningkat.
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken sedang dalam perjalanan luar negeri pertama mereka, yang dimulai di Jepang. Pertemuan dilakukan untuk menopang aliansi regional dan mengirim pesan ke Beijing.

Mereka akan melanjutkan ke Korea Selatan, dan tinjauan kebijakan oleh pemerintahan baru tentang pendekatannya ke Pyongyang juga merupakan bagian penting dari jangkauan diplomatik.

Tetapi diskusi di Tokyo terfokus pada Tiongkok, termasuk meningkatnya kehadirannya di sekitar pulau-pulau yang disengketakan dengan Jepang. Belum lagi ditambah dengan situasi di Taiwan dan Hong Kong.

Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan setelah pembicaraan bilateral dan bersama dengan mitra Jepang mereka, mereka memperingatkan bahwa "Perilaku Tiongkok, yang tidak sejalan dengan tatanan internasional yang ada, menghadirkan tantangan politik, ekonomi, militer dan teknologi."

"Para menteri berkomitmen untuk menentang pemaksaan dan perilaku destabilisasi terhadap orang lain di kawasan itu," tambah mereka.

"Kami bersatu dalam visi kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka, di mana negara-negara mengikuti aturan, bekerja sama di mana pun mereka bisa dan menyelesaikan perbedaan mereka secara damai," kata Blinken pada konferensi pers bersama, seperti dikutip dari keterangan tertulis Kemenlu AS, yang diterima Medcom.id, Rabu 17 Maret 2021.

"Kami akan mundur jika perlu, ketika Tiongkok menggunakan paksaan atau agresi untuk mendapatkan jalannya," tambahnya.

Sementara Menhan Austin menambahkan bahwa ancaman dari Tiongkok yang terus meningkat menjadi perhatian kementeriannya. “Selama dua dekade terakhir AS fokus pada isu di Timur Tengah, dan di saat bersamaan, Tiongkok meningkatkan modernisasi militernya,” tutur Austin.

“Ditambah lagi, Tiongkok terus melakukan tindakan agresif dan dalam beberapa kasus perilaku tidak bersahabat. Perilaku ini diarahkan kepada sekutu AS di kawasan ini,” ucap Austin.

Lebih lanjut Austin menambahkan, tujuan pemerintah AS saat ini adalah menjaga kompetisi terhadap Tiongkok dan siapapun yang mencoba mengancam Amerika dan sekutunya. Untuk itu, Austin menegaskan bahwa pihaknya meningkatkan kemampuan melawan para agresor, baik itu Tiongkok atau siapapun.

Bagi Austin, bagian dari kekuatan Negeri Paman Sam adalah bersatu sebagai sebuah aliansi. Mereka menghargai Jepang yang membawa kekuatan dari aliansi antar negara dan bisa beroperasi sebagai sebuah tim.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id