Tiongkok Sebut Taipan Pro-Demokrasi Hong Kong Berbahaya

    Marcheilla Ariesta - 11 Agustus 2020 18:44 WIB
    Tiongkok Sebut Taipan Pro-Demokrasi Hong Kong Berbahaya
    Taipan media pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai ditangkap oleh petugas keamanan. Foto: AFP
    Beijing: Taipan media pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Lai ditangkap oleh petugas keamanan di bawah Undang-Undang Keamanan Nasional yang diterapkan bulan lalu di sana. Penangkapan Jimmy didukung oleh Tiongkok.

    Baca: AS Kecam Penahanan Taipan Pro-Demokrasi Hong Kong.

    Juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau Tiongkok menyebutkan Jimmy dianggap sebagai perwakilan orang-orang 'anti-Tiongkok'. Dia dinilai membahayakan keamanan nasional.

    Jimmy dan aktivis pro-demokrasi Hong Kong lain dianggap berbahaya dan harus segera disingkirkan agar perdamaian di sana dapat tercipta.

    "Dia dengan sombong meminta orang-orang berjuang untuk Amerika Serikat, berpartisipasi dalam perencanaan, pengorganisasian, dan pemicu serangkaian protes ilegal," seru juru bicara tersebut.

    Laman Xinhua, Selasa, 11 Agustus 2020 melaporkan Jimmy dituding mendana gerakan pro-kemerdekaan. Dia juga dituduh menggunakan media miliknya, Apple Daily, untuk menyebarkan rumor serta memicu kekerasan.

    Surat kabar Apple Daily Hong Kong telah berjanji untuk 'terus berjuang' setelah penangkapan sang pemilik. Dalam penggambaran luar biasa, Jimmy diborgol dan dibawa melalui ruang redaksi saat hampir 200 petugas polisi menggerebek gedung tersebut.

    Aktivis pro-demokrasi itu termasuk di antara 10 orang yang ditangkap dengan tuduhan berkolusi dengan pasukan asing.

    Penangkapannya memicu kecaman global, salah satunya Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Mike Pompeo. "Tiongkok telah menghapus kebebasan Hong Kong," kata Pompeo.

    Layanan Aksi Eksternal Eropa (EEAS) juga mengecam penangkapan Jimmy.

    EEAS mengatakan, penangkapan Lai "semakin memperburuk kekhawatiran bahwa UU Keamanan Nasional (Hong Kong) memang digunakan untuk meredam kebebasan berekspresi dan media di Hong Kong."

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id