Taliban Akan Beri Hadiah ke Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri

    Fajar Nugraha - 20 Oktober 2021 10:04 WIB
    Taliban Akan Beri Hadiah ke Keluarga Pelaku Bom Bunuh Diri
    Pendukung Taliban dengan bendara yang mereka pegang. Foto: AFP



    Kabul: Taliban diklaim telah menjanjikan sebidang tanah kepada anggota keluarga pelaku bom bunuh diri yang menargetkan pasukan Amerika Serikat (AS) dan Afghanistan. Hal ini disebutkan juru bicara Kementerian Dalam Negeri  Taliban dalam sebuah tweet pada selasa 19 Oktober 2021.

    Tweet, yang diposting dalam bahasa Inggris, menggemakan pengumuman yang dibuat pada hari sebelumnya oleh penjabat menteri dalam negeri Sirajuddin Haqqani, yang menawarkan pakaian dan sekitar USD112 kepada puluhan anggota keluarga laki-laki dari pengebom yang meninggal karena "pengorbanan" Islam.

     



    Juru bicara itu, Saeed Khosty juga mengatakan, Haqqani menganggap para pengebom yang tewas itu sebagai "pahlawan Islam dan negara".

    "Sekarang Anda dan saya harus menahan diri untuk tidak mengkhianati aspirasi para martir kami," kata Haqqani, seperti dikutip dari Fox News, Rabu 20 Oktober 2021.

    Komentar penjabat menteri dalam negeri menunjukkan agresi ekstrem dapat melihat kebangkitan di negara yang sekarang dikuasai Taliban. Ini merupakan sebuah langkah yang bertentangan dengan jaminan sebelumnya setelah jatuhnya Kabul pada Agustus.

    Amerika Serikat dan sekutu Baratnya telah memperingatkan Taliban bahwa mereka tidak akan mengakui pemerintahnya sebagai badan legislatif yang sah jika Taliban membiarkan terorisme dan ekstremisme berkembang.

    Pertemuan para pemimpin Taliban di sebuah hotel di Kabul Senin adalah yang terbaru dari serangkaian langkah yang diambil oleh kelompok itu untuk mendorong Afghanistan kembali ke radikalisasi yang tidak terlihat sejak 2001.

    Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah memperkirakan seluruh negara akan segera berada dalam situasi ekonomi yang mengerikan dan akan membutuhkan dukungan kemanusiaan tambahan.

    AS telah membekukan miliaran dolar aset Afghanistan menyusul pengambilalihan Taliban sesuai dengan kebijakan sanksi AS.

    Organisasi keuangan internasional juga telah menghentikan hingga 75 persen dari semua pengeluaran fiskal yang diandalkan oleh pemerintah Afghanistan sebelumnya, Associated Press melaporkan.

    AS telah mengevakuasi lebih dari 124.000 orang Amerika, sekutu Afghanistan, dan warga Afghanistan yang berisiko sejak jatuhnya Kabul. Kementerian Luar Negeri mengatakan akan terus mengevakuasi orang-orang yang masih terjebak di Afghanistan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id