Kepala Badan Kesehatan NSW, Dr Kerry Chant, memperingatkan bahwa angka kematian ini bisa menjadi lebih tinggi lagi dalam beberapa hari ke depan. Sementara Premier NSW, Dominic Perrottet, menyebut angka kematian terbaru ini sebagai sebuah momen yang "sangat sulit."
 
"Dalam dua tahun terakhir ini, kita terfokus pada pelaporan angka-angka. Tapi jangan lupa, di balik setiap angka itu adalah sosok tercinta bagi seseorang di luar sana," kata Perrottet kepada awak media, dikutip dari The Guardian, Selasa, 18 Januari 2022.
Angka pasien Covid-19 yang masuk perawatan intensif di NSW sedikit bertambah menjadi 209 hingga Senin kemarin. Sementara pasien Covid-19 yang hanya menjalani rawat inap tanpa perawatan intensif di NSW berjumlah 2.850.
Chant mengatakan kematian terbaru akibat Covid-19 di NSW terdiri dari 22 pria dan 14 perempuan. Dari total tersebut, 33 sudah divaksinasi sementara tiga lainnya tidak. Sebagian besar dari mereka yang divaksinasi itu belum menerima suntikan penguat atau booster.
Ia menyerukan masyarakat Australia, terutama di NSW, untuk mendapatkan suntikan booster sesegera mungkin. "Saya ingin masyarakat merasakan semacam urgensi untuk menerima suntikan booster," tutur Chant.
"Kami masih berusaha memperlambat tranmisi (Covid-19) di masyarakat, karena kami ingin memberi cukup waktu agar orang-orang bisa menerima booster," sambungnya.
Meski angka kematian dan kasus Covid-19 di NSW cukup tinggi, Perrottet mendukung langkah pemerintah federal yang tidak akan memberlakukan aturan ketat lagi seperti tahun lalu. Menurutnya, pelonggaran aturan diperlukan demi pemulihan ekonomi nasional.
"Kami yakin kebijakan yang berlaku sangat ini sudah tepat. Walau sistem kesehatan berada di bawah tekanan, kondisi kami secara keseluruhan masih relatif baik," sebut Perrottet.
Baca: Kasus Covid-19 di Australia Lampaui 1 Juta, Separuhnya Tercapai dalam Sepekan
(WIL)