Populer Internasional: Vaksin Sinopharm Tidak Aman Hingga Pemakzulan Kedua Trump

    Fajar Nugraha - 11 Januari 2021 11:05 WIB
    Populer Internasional: Vaksin Sinopharm Tidak Aman Hingga Pemakzulan Kedua Trump
    Vaksin Sinopharm dari Tiongkok dinyatakan manjur 79 persen. Foto: AFP
    Beijing: Seorang ahli vaksin di Tiongkok klaim bahwa vaksin covid-19 buatan Sinopharm tidak aman. Namun dia menarik klaim itu dan menyebut bahwa ucapannya telah dipelintir.

    Kabar mengenai vaksin Sinopharm ini menjadi berita terpopuler Internasional Medcom.id, diikuti beberapa berita lainnya.

    Salah satu yang menjadi terpopuler adalah berita mengenai jumlah kasus global covid-19 mencapai 90 juta. Jumlah ini masih akan terus bertambah, mengingat banyak negara yang masih melaporkan kemunculan kasus positif.

    Kemudian kabar lain yang menjadi berita terpopuler adalah DPR Amerika Serikat yang akan memulai proses pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump. Berikut berita terpopuler Internasional Medcom.id.


    1. Sebut Vaksin Sinopharm Tidak Aman, Dokter Tiongkok Tarik Ucapannya

    Seorang pakar vaksin yang berbasis di Shanghai, Dr Tao Lina melontarkan kesimpulan menggemparkan mengenai vaksin covid-19 keluaran Sinopharm. Menurutnya vaksin itu adalah yang paling tidak aman.
     
    Namun setelah melontarkan ucapan itu, Dr Tao menarik kembali ucapannya. Dia menuduh media VOA yang memutarbalikkan kata-katanya dalam sebuah artikel.

    Tao, seorang ahli vaksin yang berbasis di Shanghai dan mantan karyawan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) Shanghai, baru-baru ini menerbitkan sebuah postingan di media sosial Tiongkok Sina Weibo yang mengkritik panduan pengguna vaksin Sinopharm. Dia mencantumkan 73 kemungkinan reaksi merugikan, karena terlalu lama dan terlalu berhati-hati.

    Seperti apa ucapan Dr Tao terkait vaksin Sinopharm itu? Selanjutnya di sini.


    2. Jumlah Kasus Global Covid-19 Lampaui 90 Juta

    Jumlah kasus virus korona (covid-19) di kancah global telah melampaui 90 juta pada Minggu, 10 Januari, berdasarkan penghitungan situs pemantau Center for Systems Science and Engineering (CSSE) dari Johns Hopkins University.
     
    Menurut data CSSE, dilansir dari laman Xinhua pada Senin, 11 Januari 2021, angka infeksi global telah mencapai 90.045.410 dengan total 1.931.571 kematian pada Minggu pukul 15.22 waktu AS (2022 GMT).
     
    Amerika Serikat masih tercatat sebagai negara dengan jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 tertinggi di dunia, dengan angka 22.293.281 dan 373.588. Sementara India berada di urutan kedua dengan 10.450.284 kasus, dan Brasil setelahnya di angka 8.075.998.

    Negara mana yang mencatat angka korban tertinggi? Selanjutnya di sini.

    3. DPR AS akan Memulai Proses Pemakzulan Kedua Trump

    Dewan Perwakilan Rakyat Amerika Serikat Nancy Pelosi mengatakan bahwa pihaknya akan memulai proses pemakzulan presiden Donald Trump untuk kali kedua. Konfirmasi disampaikan Ketua DPR AS Nancy Pelosi dalam sebuah surat yang ditulis pada Minggu, 10 Januari.
     
    Ia mengatakan Trump adalah ancaman terhadap demokrasi usai terjadinya kerusuhan di Gedung Capitol pada Rabu lalu.
     
    "Untuk melindungi konstitusi dan demokrasi, kita harus bertindak cepat, karena presiden ini merepresentasikan ancaman nyata bagi keduanya," tulis Pelosi, dilansir dari laman Stuff.co.nz pada Senin, 11 Januari 2021.

    Apakah Trump akan berhasil dimakzulkan? Selanjutnya di sini.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id