PBB Kecam Aksi Kekerasan di Afghanistan Selama Pandemi

    Willy Haryono - 22 Juni 2020 08:01 WIB
    PBB Kecam Aksi Kekerasan di Afghanistan Selama Pandemi
    Pasukan keamanan Afghanistan merespons serangan di sebuah rumah sakit di Afghanistan. (Foto: AFP)
    New York: Perserikatan Bangsa-Bangsa mengecam rangkaian serangan yang melanda tenaga medis serta fasilitas kesehatan di Afghanistan selama pandemi virus korona (covid-19). Utusan PBB untuk Afghanistan menegaskan bahwa pasukan pemerintah maupun kelompok Taliban sama-sama bertanggung jawab atas "gelombang aksi kekerasan yang mengganggu jalannya operasi kesehatan."

    Dilansir dari BBC, Senin 22 Juni 2020, pernyataan terbaru PBB disampaikan usai rilisnya sebuah laporan mengenai aksi kekerasan di Afghanistan selama pandemi covid-19.

    Salah satu aksi kekerasan yang menjadi sorotan adalah serangan terhadap unit persalinan di sebuah rumah sakit di Kabul, Afghanistan. Serangan yang terjadi pada 12 Mei itu menewaskan 24 orang.

    Korban tewas dari serangan tersebut meliputi perawat, ibu yang baru melahirkan, dan juga bayi. Hingga kini belum ada grup yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

    Serangan di unit persalinan itu merupakan satu dari 15 aksi kekerasan yang terjadi di Afghanistan antara 11 Maret dan 23 Mei. Dari total serangan, 10 di antaranya dilancarkan Taliban. Sementara tiga serangan lainnya dikaitkan dengan sepak terjang pasukan Afghanistan.

    Masih dalam laporan tersebut, sebuah fasilitas kesehatan rusak parah dalam bentrokan antara pasukan Afghanistan dan Taliban.

    "Jangkauan dan skala serangan terhadap sektor kesehatan di Afghanistan saat terjadinya pandemi covid-19 merupakan sesuatu yang sangat mengkhawatirkan," ujar laporan tersebut, yang dirilis oleh Misi Bantuan PBB untuk Afghanistan (UNAMA).

    "Saat respons kemanusiaan dibutuhkan untuk melindungi semua individu di Afghanistan, kedua kubu bertanggung jawab atas kerusakan fasilitas kesehatan medis, baik yang disengaja maupun tidak," sambungnya.

    Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins pada Senin ini, total kasus covid-19 di Afghanistan hampir mencapai 29 ribu dengan 581 kematian dan 8.764 pasien sembuh.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id