Sri Lanka Umumkan Darurat Pangan

    Marcheilla Ariesta - 31 Agustus 2021 17:49 WIB
    Sri Lanka Umumkan Darurat Pangan
    Situasi pasar di Sri Lanka. Foto: AFP.



    Kolombo: Sri Lanka mendeklarasikan keadaan darurat pangan di tengah krisis ekonomi yang diperparah kemunculan pandemi Covid-19. Darurat pangan ini juga dipicu kondisi di saat bank-bank swasta kehabisan devisa untuk membiayai impor.

    Presiden Sri Lanka Gotabaya Rajapaksa telah memerintahkan peraturan darurat untuk melawan penimbunan gula, beras dan makanan penting lainnya.

     



    Ia juga telah menunjuk seorang perwira tinggi tentara sebagai komisaris jenderal untuk mengatasi situasi saat ini.

    "Komisaris Jenderal Layanan Penting ditunjuk untuk mengkoordinasikan pasokan beras, gula, dan barang-barang konsumsi lainnya," kata Rajapaksa, dilansir dari AFP, Selasa, 31 Agustus 2021.

    Langkah itu dilakukan menyusul kenaikan tajam harga gula, beras, bawang dan kentang di seantero Sri Lanka. Antrean panjang warga terlihat di banyak toko, yang juga telah kehabisan stok susu bubuk, minyak tanah, dan gas untuk memasak.

    Baca juga: Kapal 'Kimia' Tenggelam di Sri Lanka, PBB Khawatirkan Bencana Lingkungan

    Pemerintah Sri Lanka telah meningkatkan hukuman untuk pelaku penimbunan makanan. Namun krisis pangan tetap terjadi, ditambah lagi situasi pandemi yang belum juga mereda.

    Perekonomian Sri Lanka menyusut hingga 3,6 persen pada 2020 karena pandemi. Maret tahun lalu, pemerintah melarang impor kendaraan dan barang-barang lainnya, termasuk minyak nabati dan kunyit, bumbu penting dalam masakan lokal, dalam upaya untuk menghemat devisa.

    Para importir di Sri Lanka menuturkan, mereka tidak dapat memperoleh dolar untuk membayar makanan dan obat-obatan mereka beli. Dua pekan lalu, Bank Sentral Sri Lanka menaikkan suku bunga dalam upaya menopang mata uang lokal.

    Menteri ESDM Sri Lanka Udaya Gammanpila mengimbau pengendara untuk hemat bahan bakar agar negara bisa menggunakan devisa untuk membeli obat-obatan esensial dan vaksin.

    Seorang pembantu presiden telah memperingatkan bahwa penjatahan bahan bakar dapat diperkenalkan pada akhir tahun kecuali konsumsi dikurangi.

    Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan. Salam hangat.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id