comscore

Hong Kong Memulai Pemilu di Bawah Sistem Elektoral 'Patriot'

Willy Haryono - 19 Desember 2021 11:51 WIB
Hong Kong Memulai Pemilu di Bawah Sistem Elektoral Patriot
Warga berjalan melewati sebuah tempat pemungutan suara di Hong Kong, 19 Desember 2021. (Peter PARKS / AFP)
Hong Kong: Masyarakat Hong Kong pergi ke tempat pemungutan suara (TPS) dalam sebuah pemilihan umum yang berlangsung di bawah sistem "patriot" pada Minggu, 19 Desember 2021. "Patriot" merujuk pada kelompok yang mendukung penuh pemerintah Hong Kong.

Karena didominasi kubu pendukung pemerintah, hanya ada sedikit kandidat dari partai-partai pro-demokrasi yang mengikuti pemilu kali ini. Sejumlah pengamat menilai tidak akan ada kejutan dalam pemilu kali ini.
Secara total, 153 kandidat akan memperebutkan 90 kursi Dewan Legislatif Hong Kong (Legco) saat periode ketujuh parlemen dimulai pada 1 Januari tahun depan.

Sistem "patriot" merupakan sesuatu yang telah disetujui Pemerintah Hong Kong pada Mei lalu. Lewat sistem ini, setiap kandidat yang ingin duduk di kursi dewan harus terlebih dahulu menerima sertifikat patriot dari sebuah komite penilaian.

Baca:  Hong Kong Penjarakan Aktivis Berusia 20 Tahun dengan UU Keamanan Nasional

Setelah menggunakan hak suara di sebuah TPS di wilayah Central, pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam mengatakan kepada awak media bahwa pihaknya tidak menetapkan target keikutsertaan warga. Namun ia meminta agar pemilu kali ini berlangsung adil, terbuka, kompetitif, jujur dan efisien.

"Saya tidak memiliki ekspektasi apa-apa, dan pemerintah juga memang tidak menetapkan target keikutsertaan warga dalam pemilu kali ini," ucap Carrie Lam, dilansir dari The Straits Times.

"Dalam pemilu Dewan Distrik 2019, kami berada di dalam situasi di mana orang-orang khawatir atas beragam hal yang terjadi di tengah masyarakat. Masih ada kerusuhan kala itu, bom molotov dan juga intimidasi. Saya rasa hal seperti itu bukan keinginan rakyat," sambungnya.

Ia berjanji untuk bekerja sama dengan jajaran anggota Legco untuk mendengarkan apa yang mereka inginkan, "sehingga kebijakan pemerintah memang merefleksikan keinginan rakyat demi membangun masa depan yang lebih baik untuk Hong Kong."

Di salah satu TPS, terdapat tiga anggota Liga Demokrat Sosial Hong Kong yang berunjuk rasa. Ketiganya meneriakkan slogan seperti, "saya ingin hak pilih uniersal" dan juga "kembalikan hak pilih saya."

Pemungutan suara dimulai sejak 08.30 waktu Hong Kong hingga 22.30. Ketua Komisi Urusan Elektoral Barnabas Fung memprediksi hasil pemilu sudah dapat diketahui pada Senin besok.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id