Kecam UU Keamanan, Warga Hong Kong Gelar 'Protes Diam'

    Willy Haryono - 28 Juni 2020 20:07 WIB
    Kecam UU Keamanan, Warga Hong Kong Gelar 'Protes Diam'
    Billboard bertuliskan UU Keamanan Nasional terlihat dari balik bendera Tiongkok di Hong Kong, 26 Juni 2020. (Foto: AFP/Anthony Wallace)
    Hong Kong: Ratusan warga Hong Kong berunjuk rasa secara damai dan juga hening pada Minggu 28 Juni 2020. Ini merupakan bagian dari aksi memprotes rancangan undang-undang keamanan nasional yang disusun Pemerintah Tiongkok untuk Hong Kong.

    Polisi antihuru-hara berperisai lengkap turut hadir mengawal jalannya unjuk rasa. Para demonstran berjalan dalam diam dari area Jordan menuju Mong Kok di distrik Kowloon.

    Disebut-sebut sebagai aksi 'protes diam,' sebagian besar demonstran tidak mengatakan apapun saat bergerak menyusuri jalanan kota. Biasanya, mereka kerap meneriakkan slogan maupun yel-yel anti-Tiongkok.

    RUU Keamanan Nasional Hong Kong dijadwalkan dibahas har ini Komite Kongres Rakyat Nasional Tiongkok di Beijing. Pembahasan akan berlangsung selama tiga hari. Aturan ini diyakini akan diloloskan sebelum akhir Juni, namun kerangkanya hingga kini belum diumumkan ke publik.

    "Saya berada di sini untuk mengecam UU Keamanan Nasional," kata Esther, 25, yang mengikuti aksi diam dari Jordan.

    "Ini bukan pertempuran terakhir. Masih ada perjuangan panjang ke depan," sambungnya, dilansir dari laman France24.

    Aksi diam berlangsung satu hari usai Kepolisian Hong Kong menolak memberikan izin untuk aksi massa pada 1 Juli mendatang. Aksi tersebut akan digelar untuk memperingati penyerahan Hong Kong dari Inggris kepada Tiongkok sekitar 23 tahun lalu.

    Kepolisian Hong Kong menegaskan, acara massal seperti ini merupakan pelanggaran terhadap aturan berkumpul yang dikeluarkan di tengah pandemi virus korona (covid-19). Di bawah aturan terbaru, Hong Kong melarang acara massal yang melibatkan lebih dari 50 orang.

    UU Keamanan Nasional Hong Kong menjadi sorotan internasional dalam beberapa pekan terakhir. UU ini dikhawatirkan dapat mengikis kebebasan dan otonomi tinggi di Hong Kong.

    Namun Beijing mengklaim UU ini justru dibuat untuk melindungi Hong Kong. Tiongkok juga menegaskan bahwa prinsip "Satu Negara, Dua Sistem" akan tetap diberlakukan di Hong Kong.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id