Ibu Negara Tiongkok Serukan Kesetaraan Gender

    Willy Haryono - 16 September 2020 14:02 WIB
    Ibu Negara Tiongkok Serukan Kesetaraan Gender
    Ibu Negara Tiongkok Peng Liyuan saat mengunjungi Helsinki, Finlandia. (RONI REKOMAA/AFP/Getty
    Beijing: Pandemi virus korona (covid-19) telah menghadirkan tantangan berat di bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, dan hak-hak perlindungan perempuan. Tidak hanya itu, pandemi covid-19 juga dinilai telah memperburuk kemiskinan di level global.

    Demikian disampaikan Ibu Negara Tiongkok, Peng Liyuan, dalam acara peringatan 25 tahun Konferensi Perempuan Dunia dan 5 tahun Konferensi Perempuan Global, pada Rabu 16 September 2020.

    Ia menilai kondisi perempuan secara umum di seluruh dunia membaik secara signifikan dalam 25 tahun terakhir, saat konsensus kesetaraan gender terus diperkuat dari waktu ke waktu. Peng juga menyebut standar kehidupan perempuan di banyak negara juga membaik secara berkelanjutan.

    Terlepas dari pencapaian tersebut, Peng menilai laki-laki dan perempuan masih belum setara dalam berbagai aspek, termasuk hak sosial dan kesempatan mendapatkan pekerjaan. Fakta sederhana mengenai hal ini, sebut Peng, adalah jumlah perempuan yang hidup di bawah garis kemiskinan jauh lebih banyak dari pria di kancah global.

    "Usaha dalam mencapai kesetaraan gender dan memberantas kemiskinan masih jauh dari kata usai," kata Peng, dikutip dari laman CGTN.

    Peng menyerukan seluruh elemen masyarakat global untuk secara aktif menghadirkan kesempatan setara bagi perempuan di mana pun mereka berada. Ia juga meminta masyarakat global untuk berusaha mengeliminasi diskriminasi dan prasangka terhadap perempuan.

    Menurut Peng, Tiongkok secara aktif selalu menyuarakan perjuangan dan hak-hak perempuan serta pemberantasan kemiskinan. Ia optimistis Tiongkok mampu mencapai target pengurangan kemiskinan 10 tahun lebih cepat dari target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) 2030 versi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

    "Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir telah mengadopsi serangkaian kebijakan di bidang ketenagakerjaan, pendidikan, keamanan sosial, kesehatan, dan kesejahteraan publik untuk meningkatkan situasi perempuan, yang sejauh ini telah mencapai hasil mengagumkan," sebut Peng.

    Dari sekitar 700 juta warga Tiongkok yang keluar dari kemiskinan, sebut Peng, hampir 50 persennya adalah perempuan.

    Konferensi hari ini digelar oleh All-China Women's Federation dan UN Women untuk berbagi pengalaman dalam mengimplementasikan komitmen-komitmen yang telah dibuat dalam KTT Perempuan Global sebelumnya, terutama dalam hal pemberantasan kemiskinan di kalangan perempuan.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id