Antisipasi Covid-19, Tiongkok Tutup Kota Dekat Perbatasan Myanmar

    Willy Haryono - 31 Maret 2021 13:15 WIB
    Antisipasi Covid-19, Tiongkok Tutup Kota Dekat Perbatasan Myanmar
    Warga kota Ruili, Tiongkok menjalani tes Covid-19 pada 15 September 2020. (STR / AFP)



    Beijing: Sebuah kota Tiongkok dekat perbatasan Myanmar ditutup rapat usai enam kasus Covid-19 muncul pada Rabu ini, 31 Maret 2021. Ini merupakan klaster signifikan pertama Covid-19 di Tiongkok sejak hampir dua bulan terakhir.

    Tiga kasus Covid-19 tanpa gejala atau asimtomatik ditemukan di Ruili, kota dengan total populasi 210 ribu. Ketiganya terdeteksi di tubuh warga Myanmar berusia antara 24 dan 28 tahun, berdasarkan keterangan dari otoritas kesehatan provinsi Yunnan.






    Ruili adalah titik perlintasan utama dari kota Muse di Myanmar. Tiongkok khawatir situasi Myanmar yang dilanda aksi kekerasan terkait kudeta dapat memicu gelombang pengungsian dari Muse ke kota Ruili.

    "Petugas akan memberantas segala bentuk perlintasan perbatasan ilegal," ujar keterangan otoritas kesehatan Yunnan, dilansir dari laman The Straits Times.

    Peringatan disampaikan Tiongkok tanpa menyebutkan apakah klaster Covid-19 di Ruili terkait dengan gelombang pengungsian dari Myanmar.

    Baca:  Thailand Antisipasi Kemungkinan Masuknya Ribuan Pengungsi Myanmar

    Selain memberlakukan penguncian (lockdown) di Ruili, seluruh warga kota tersebut akan menjalani tes Covid-19. "Semua warga juga akan menjalan karantina mandiri di rumah masing-masing selama sepekan," tulis sebuah surat pengumuman.

    Semua warga Ruili dilarang keluar rumah kecuali untuk "alasan-alasan khusus." Hanya satu orang dari masing-masing keluarga yang boleh keluar rumah untuk membeli barang-barang kebutuhan pokok.

    Pasukan keamanan Myanmar telah membunuh lebih dari 500 orang sejak terjadinya kudeta militer pada 1 Februari lalu. Kudeta diawali dengan penahanan sejumlah tokoh penting, termasuk pemimpin de facto Aung San Suu Kyi dan Presiden Win Myint.

    Aksi protes masif pun meletus dalam menentang kekuasaan junta militer Myanmar atau Tatmadaw. Menurut catatan Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP), jumlah demonstran tewas telah melampaui 500, dengan angka kematian harian tertinggi terjadi pada Sabtu pekan kemarin.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id