comscore

John Lee Terpilih sebagai Pemimpin Baru Hong Kong

Fajar Nugraha - 08 Mei 2022 12:05 WIB
John Lee Terpilih sebagai Pemimpin Baru Hong Kong
John Lee terpilih sebagai Kepala Eksekutif Hong Kong yang baru. Foto: AFP
Hong Kong: Mantan kepala keamanan John Lee Ka-chiu telah terpilih sebagai Kepala Eksekutif Hong Kong terbaru. Terpilihnya Lee secara luas dilihat sebagai langkah oleh Pemerintah Tiongkok untuk memperketat cengkeramannya di kota itu.

Seperti dilansir BBC, Minggu 8 Mei 2022, John Lee menggantikan Carrie Lam setelah pemilihan kepala eksekutif kota - di mana dia adalah satu-satunya kandidat. Dikenal karena pandangan garis kerasnya yang pro-Beijing, dia tidak terlalu disukai, hanya mengumpulkan 34,8 poin dari 100 dalam survei popularitas baru-baru ini.

“Tapi ini tidak terlalu penting di Hong Kong di mana publik tidak bisa memilih pemimpin mereka secara langsung. Sebaliknya, Lee pada dasarnya dipilih sendiri oleh Beijing,” sebut laporan BBC tersebut.

“Pria berusia 64 tahun itu telah dipilih oleh komite pemilihan yang sebagian besar stafnya adalah loyalis Beijing, yang memilih dalam apa yang pada dasarnya adalah pemilihan stempel,” imbuh laporan BBC.

Naik pangkat

Tidak seperti para pendahulunya, yang memiliki ikatan dengan komunitas bisnis atau pengalaman sebagai pegawai negeri, latar belakang Lee adalah penegakan hukum.

Lee bergabung dengan kepolisian Hong Kong pada tahun 1977 pada usia 20 tahun. Karir awalnya berfokus pada penanganan aktivitas kriminal.

Ayah dua anak ini adalah penduduk Hong Kong dan warga negara Inggris, sampai ia meninggalkan kewarganegaraan Inggrisnya tak lama sebelum diangkat sebagai Wakil Menteri Keamanan pada 2012.

Ketika dia dipromosikan menjadi Sekretaris Keamanan di bawah pemerintahan Carrie Lam, dia memainkan peran penting dalam mendorong RUU ekstradisi yang naas pada 2019. RUU itu memicu gejolak politik dan sosial terburuk di kota itu dalam beberapa dekade.

Ketika protes jalanan besar-besaran terhadap RUU itu meletus, dia terus mendukungnya. Ia menjadi salah satu wajah pemerintah daerah dalam jumpa pers.

Protes, yang dimulai dengan damai, terkadang berubah menjadi bentrokan keras antara polisi dan beberapa demonstran.

Polisi, di bawah pengawasan Lee sebagai kepala keamanan, dikritik karena penggunaan meriam air, gas air mata, peluru karet dan kadang-kadang peluru tajam dalam pertempuran melawan para pengunjuk rasa.

Tetapi Lee sangat kritis terhadap protes tersebut dan dengan sungguh-sungguh membela penggunaan kekuatan polisi Hong Kong. Dia mengatakan bahwa tindakan kekerasan oleh beberapa pengunjuk rasa merupakan ‘terorisme’ dan ‘ekstremisme’.

AS sejak itu menjatuhkan sanksi pada Lee bersama dengan pejabat lain atas apa yang mereka sebut merusak otonomi kota selama protes. Hal itu menyebabkan YouTube memblokir akun kampanyenya.

Lee telah mempertahankan posisinya dengan keras, dengan mengatakan bahwa dia hanya melakukan tugasnya "untuk menjaga keamanan".

Pada bulan Juni tahun lalu, ia diangkat sebagai Kepala Sekretaris Administrasi, posisi paling kuat kedua di kota itu. Dia memegang jabatan itu kurang dari setahun, sebelum mengundurkan diri pada bulan April untuk mencalonkan diri sebagai pejabat tinggi.(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id