comscore

Khawatir Covid-19, Tonga Serukan Penyaluran Bantuan Tanpa Kontak Fisik

Willy Haryono - 19 Januari 2022 10:25 WIB
Khawatir Covid-19, Tonga Serukan Penyaluran Bantuan Tanpa Kontak Fisik
Foto dari Pasukan Pertahanan Selandia Baru memperlihatkan abu vulkanik yang meliputi salah satu pulau di Tonga. (New Zealand Defence Force/Handout)
Nuku'alofa: Tonga membutuhkan banyak bantuan darurat usai dilanda erupsi gunung berapi bawah laut yang memicu gelombang tsunami pekan lalu. Namun, Tonga ingin penyaluran bantuan ini dilakukan tanpa kontak fisik demi mencegah penularan Covid-19.

Selandia Baru, negara tetangga Tonga, telah menyepakati skema semacam itu. Bantuan akan disalurkan ke Tonga dengan meminimalisasi, atau bahkan mengeliminasi, kontak fisik.
Sejak awal pandemi di tahun 2020, Tonga adalah satu dari sedikit negara yang berhasil mempertahankan status bebas Covid-19.

"Penyaluran bantuan tanpa kontak fisik dari Pasukan Pertahanan Selandia Baru demi mencegah penularan Covid-19 telah mendapat persetujuan dari Pemerintah Tonga," ucap juru bicara untuk Menteri Luar Negeri Selandia Baru Nanaia Mahuta, dilansir dari stuff.co.nz, Rabu, 19 Januari 2022.

Sejak akhir pekan kemarin, Selandia Baru telah mengerahkan pesawat pengintai untuk mengamati langsung dampak kerusakan di Tonga. Selandia Baru juga mengirim kapal berisi bantuan darurat, terutama air minum dan makanan.

Namun penyaluran bantuan tersebut terkendala terputusnya hampir seluruh jaringan komunikasi di Tonga dan juga menumpuknya abu vulkanik di bandara ibu kota Nuku'alofa. Tidak hanya itu, kekhawatiran Tonga atas Covid-19 juga menjadi kendala lainnya.

Baca:  Abu Vulkanik Hambat Pengiriman Bantuan ke Tonga

Berbicara kepada awak media di New Plymouth, Mahuta mengatakan bahwa jajaran petinggi Selandia Baru dan Tonga sedang mendiskusikan apa-apa saja yang perlu dilakukan dalam "konteks Covid-19."

"Ada beberapa aktivitas yang tidak membutuhkan kontak fisik, seperti pemeriksaan dampak kerusakan infrastruktur. Tidak perku ada interaksi antar manusia di sana," ungkapnya.

Tonga telah memberlakukan status darurat Covid-19 meski hanya mencatat satu kasus sejak 2020. Tonga hanya membuka akses masuk bagi warga dan individu berstatus permanent resident.

Kepala Misi Tonga untuk Selandia Baru, Lenisiloti Sitafooti Aho, mengatakan bahwa semua orang yang masuk ke Tonga harus menjalani isolasi selama tiga pekan. Ia mengatakan skema ini belum berubah, kecuali jika pemerintah Tonga memutuskan menggantinya karena situasi bencana seperti saat ini.

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id