comscore

Kim Jong-un Salahkan Pejabat atas Kematian Akibat Covid-19 di Korut

Medcom - 17 Mei 2022 12:53 WIB
Kim Jong-un Salahkan Pejabat atas Kematian Akibat Covid-19 di Korut
Pemimpin Korut Kim Jong-un terlihat di layar televisi. (AFP/KCNA)
Pyongyang: Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un mencerca para pejabatnya lantaran terlambat menangani pandemi Covid-19. Militer Korut pun dikerahkan untuk melawan Covid-19 yang kini menyebar di seantero Korut.

Kali pertama sejak pandemi melanda dunia di awal 2020, pekan lalu Korut mengaku tengah menghadapi "ledakan" penyebaran Covid-19. Situasi ini mengkhawatirkan mengingat sebagian besar negara tersebut tidak divaksinasi.
Senin kemarin, kantor berita Korea Central News Agency (KCNA) melaporkan lebih dari 1,2 juta warga Korut mengalami gejala demam, dengan 50 di antaranya meninggal dunia sejak akhir April. Diduga kuat mereka yang meninggal telah terinfeksi Covid-19.

Para ahli menyadari pihak berwenang Korut menggunakan kata “demam” sebagai istilah pengganti Covid-19, mengingat negara itu kemungkinan tidak memiliki kapasitas untuk diagnosis yang tepat dengan kurangnya peralatan tes.

Kekurangan sumber daya medis, negara berpenduduk 25 juta orang itu tampaknya hanya menangani lonjakan kasus Covid-19 dengan cara mengisolasi pasien.

Lebih dari 560.000 warga Korut yang mengidap "demam” saat ini dilaporkan sedang menjalani karantina.

Sejak Korut melaporkan kasus resmi pertama Covid-19 pada Kamis, 12 Mei, Kim memberlakukan lockdown nasional dan memerintahkan para pejabat untuk "benar-benar mengendalikan penyebaran virus berbahaya tersebut." Namun, perintahnya belum dipatuhi para pejabat hingga Minggu, 15 Mei 2022.

"Ia melayangkan kritik keras terhadap kabinet dan sektor kesehatan masyarakat atas sikap kerja yang tidak bertanggung jawab, serta kemampuan mengorganisir dan eksekusi," lapor KCNA.

Dalam rapat darurat dengan Politbiro pada hari Minggu, Kim mengecam lambatnya distribusi obat ke apotek setempat. Ia juga memerintahkan agar unit medis tentara nasional membantu menstabilkan persediaan obat-obatan.

Setelah pertemuan tersebut, Kim melakukan kunjungan ke beberapa apotek di Pyongyang dan mengeluhkan “situasi buruk," di mana apotek tidak memiliki tempat penyimpanan obat yang layak.

Selama 2,5 tahun, Pyongyang mempertahankan kebijakan "nol Covid" seperti Tiongkok yang meliputi karantina ketat dan menutup perbatasan negara. Tindakan ini mungkin berhasil membuat negara terhindar dari wabah besar, tapi mengakibatkan krisis kesehatan dan pangan.

Sejumlah pakar telah lama meragukan klaim Korut bahwa negaranya bebas dari Covid-19

Hanya beberapa minggu sebelum mengumumkan kasus resmi pertamanya, Korut mengadakan parade militer besar-besaran di Pyongyang yang mengumpulkan sekitar 20.000 orang. Para ahli menyebut acara ini sebagai peristiwa penyebar virus besar-besaran (super spreader event)

Korut telah menolak tawaran jutaan dosis vaksin Covid-19 dari program Covax, yang berada di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Penolakan diduga disebabkan kekhawatiran akan masuknya mata-mata ke Korut.

Kementerian Unifikasi Korea Selatan pun mengatakan Korut belum menanggapi tawaran bantuan menghadapi Covid-19 dari negara tetangganya itu.

Seoul menyatakan bersedia memberikan sumber daya ke Korut, seperti vaksin, obat-obatan, masker, dan peralatan diagnostik, juga berbagi cara terbaik untuk respons pandemi.

Oh Myoung-don, pakar penyakit menular di Universitas Seoul, mengatakan epidemi Covid-19 di Korut kelihatannya dimulai bulan lalu, dan mungkin sudah terlambat untuk meluncurkan vaksin ke tengah masyarakat. (Kaylina Ivani)

Baca:  Presiden Baru Korsel Siap Bantu Korut Hadapi Krisis Covid-19

(WIL)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id