Pakistan Catat Kasus Harian Tertinggi Covid-19 dalam 4 Bulan

    Willy Haryono - 15 November 2020 18:03 WIB
    Pakistan Catat Kasus Harian Tertinggi Covid-19 dalam 4 Bulan
    Petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh di salah satu kota di Pakistan. (AFP)
    Islamabad: Pakistan mencatat jumlah kasus harian tertinggi virus korona (covid-19) dalam empat bulan terakhir yang melampaui 2.400 pada Minggu, 15 November 2020. Dengan tambahan 2.443 infeksi, total kasus covid-19 di Pakistan telah melonjak menjadi 356.904, termasuk 323.225 kesembuhan di kalangan pasien.

    Di hari yang sama, Pakistan juga mencatat tambahan 32 kematian pasien covid-19, yang menjadikan totalnya hingga saat ini mencapai 7.141.

    Jumat kemarin, jumlah kasus harian covid-19 di Pakistan juga relatif tinggi, yakni berada di angka 2.304. Sepanjang bulan ini, Pakistan mencatat lebih dari 22 ribu kasus covid-19, yang terjadi di tengah peringatan para ahli mengenai potensi gelombang kedua virus tersebut.

    Pakistan merupakan salah satu negara dengan penurunan signifikan jumlah kasus covid-19 pada pertengahan Juli. Namun belakangan ini, terdapat tren peningkatan jumlah infeksi yang dikhawatirkan dapat berujung pada lonjakan seperti sebelum bulan Juli.

    Saat mencapai puncak pandemi, jumlah kasus harian covid-19 di Pakistan sempat hampir menyentuh angka 7.000. Angka tersebut kemudian menurun signifikan menjadi hanya 264 pada 30 Agustus.

    Baca:  Pakistan Catat Infeksi Harian Terendah Covid-19

    Karena turun begitu drastis, pemerintah Pakistan pun melonggarkan sejumlah pembatasan, termasuk kebijakan penguncian (lockdown). Kala itu, angka kematian harian akibat covid-19 di Pakistan juga turun secara signifikan hingga hanya satu digit.

    Namun belakangan ini jumlah kasus dan kematian akibat covid-19 di Pakistan mulai kembali meningkat seiring dibukanya kembali sekolah dan bioskop serta tempat-tempat hiburan lainnya.

    Demi mencegah gelombang kedua covid-19, otoritas Pakistan menerapkan kembali lockdown "pintar," termasuk menutup bioskop dan teater, serta melarang acara pernikahan di dalam ruangan.

    Perdana Menteri Pakistan Imran Khan menolak wacana menerapkan lockdown total demi menghindari semakin rusaknya perekonomian negara.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id