Setelah Bom di Sekolah, Ledakan Bus Afghanistan Tewaskan 11 Orang

    Willy Haryono - 10 Mei 2021 13:48 WIB
    Setelah Bom di Sekolah, Ledakan Bus Afghanistan Tewaskan 11 Orang
    Pasukan keamanan Afghanistan memeriksa lokasi ledakan bom mobil di Qalat, provinsi Zabul pada 19 September 2019. (STR / AFP)



    Kabul: Saat masyarakat Afghanistan masih terguncang serangan bom mematikan di sebuah sekolah di Kabul, sebuah ledakan menghantam satu unit bus di wilayah lainnya di Afghanistan. Ledakan menghantam sebuah bus di provinsi Zabul pada Minggu malam, satu hari usai terjadinya serangan bom yang menewaskan 68 pelajar di sebuah sekolah di wilayah ibu kota.

    "Ledakan juga membuat 25 orang terluka. Sejumlah perempuan dan anak-anak berada dalam kondisi kritis," ucap juru bicara pemerintah provinsi Zabul, Gul Islam Sial, dikutip dari laman Mehr News Agency pada Senin, 10 Mei 2021.

     



    Kekerasan di Afghanistan meningkat tajam beberapa pekan usai Amerika Serikat mengumumkan proses penarikan semua pasukan dari negara tersebut. Jika sesuai rencana, maka semua pasukan AS sudah ditarik sepenuhnya dari Afghanistan pada 11 September mendatang.

    Di malam yang sama terjadinya ledakan bus di Zabul, kelompok militan Taliban mendeklrasikan gencatan senjata untuk perayaan Idulfitri. Taliban mengaku telah memerintahkan semua anggotanya untuk menghentikan operasi serangan.

    Mengenai ledakan di sekolah Sayed Ul-Shuhada di distrik Dasht-e-Barchi, Kabul, kelompok Taliban membantah terlibat dan mengecam keras serangan tersebut. Menurut Taliban, serangan yang ditujukan kepada minoritas Syiah biasanya dilakukan grup Islamic State (ISIS).

    Sejauh ini belum ada satu pihak pun yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan di Kabul dan Zabul.

    Baca:  Tiongkok Kecam Serangan Bom di Sekolah Afghanistan

    Menurut keterangan Kementerian Dalam Negeri Afghanistan, serangan di sekolah Sayed Ul-Shuhada terjadi pada Sabtu petang. Ledakan dari bom mobil itu terjadi saat para siswi hendak pulang ke rumah.

    Beberapa sumber mengatakan, ledakan bom mobil di Kabul diikuti dua serangan roket. Keterangan ini senada dengan beberapa saksi mata yang mengaku mendengar tiga ledakan di area sekolah Sayed Ul-Shuhada.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id