Serangan Armenia di Tengah Gencatan Senjata Tewaskan 1 Warga

    Willy Haryono - 11 Oktober 2020 15:02 WIB
    Serangan Armenia di Tengah Gencatan Senjata Tewaskan 1 Warga
    Asap dari pertempuran antara pasukan Azerbaijan dan Armenia terlihat dari kota Stepanakert di Nagorno-Karabakh. (Aris Mesinis/AFP)
    Baku: Satu warga sipil di Azerbaijan tewas terkena serangan artileri pasukan Armenia yang diluncurkan meski kedua negara sudah menyepakati gencatan senjata temporer. Serangan Armenia itu mengenai desa Chemenli dan Zengishali di provinsi Adham pada Sabtu, 10 Oktober, sekitar pukul 19.00 waktu setempat.

    Warga Azerbaijan bernama Gunduz Huseynov, 46, tewas dalam serangan Armenia di Chemenli. Total jumlah warga sipil Azerbaijan yang tewas dalam serangan Armenia dalam dua pekan terakhir mencapai 32.

    Gencatan senjata kemanusiaan untuk pertukaran tahanan dan pengambilan jenazah di zona konflik Nagorno-Karabakh mulai berlaku pada Sabtu, pukul 12.00 siang waktu setempat. Gencatan senjata disepakati usai pertemuan trilateral di Moskow antara menteri luar negeri Rusia, Azerbaijan, dan Armenia.

    Dilansir dari Yeni Safak pada Minggu, 11 Oktober 2020, Kementerian Pertahanan Azerbaijan mengecam keras serangan Armenia di tengah gencatan senjata. Azerbaijan menilai tindakan tersebut sebagai sesuatu yang "menjijikkan."

    Pertempuran antar Armenia dan Azerbaijan di Nagorno-Karabakh kembali meletus pada 27 September lalu. Banyak negara-negara global, termasuk Rusia, Prancis, dan Amerika Serikat, mendorong gencatan senjata.

    Turki juga turut bersuara dalam konflik ini, dengan mendukung hak membela diri Azerbaijan dan menyerukan penarikan mundur pasukan Armenia. Nagorno-Karabakh diakui komunitas internasional sebagai bagian dari Azerbaijan, namun dikuasai grup etnis Armenia.

    Hubungan antar Armenia dan Azerbaijan, dua negara bekas pecahan Uni Soviet, memburuk sejak 1991. Kala itu, militer Armenia menguasai Nagorno-Karabakh walau diakui dunia sebagai milik Azerbaijan.

    Sekitar 20 persen dari wilayah Azerbaijan masih diduduki Armenia dalam tiga dekade terakhir.

    Empat resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa dan dua dari Majelis Umum PBB dan juga sejumlah organisasi internasional menyerukan penarikan mundur pasukan pendudukan.

    (WIL)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id