Tiongkok Tolak Meminta Maaf atas Gambar Palsu Prajurit Australia

    Willy Haryono - 01 Desember 2020 15:30 WIB
    Tiongkok Tolak Meminta Maaf atas Gambar Palsu Prajurit Australia
    Jubir Kemenlu Tiongkok, Zhao Lijian. (AFP)
    Beijing: Tiongkok menuduh Australia mencoba "mengalihkan perhatian publik" dari dugaan kejahatan perang yang dilakukan prajurit Negeri Kanguru di Afghanistan. Komentar tersebut terlontar satu hari usai Canberra meminta Beijing meminta maaf atas unggahan foto palsu yang memperlihatkan seorang prajurit Australia membunuh seorang anak di Afghanistan.

    Foto palsu itu memicu kemarahan besar di Australia. Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengatakan bahwa Beijing seharusnya "sangat malu" usai membagikan foto tersebut. Ia pun meminta Tiongkok untuk segera meminta maaf.

    Satu hari berselang pada Selasa, 1 Desember 2020, Kedutaan Besar Tiongkok di Australia menolak meminta maaf dan justru balik menyerang PM Morrison.

    "Tuduhan-tuduhan itu dibuat hanya untuk dua tujuan: satu, mengalihkan perhatian publik atas kekejaman sejumlah prajurit Australia," ujar Kedubes Tiongkok di Canberra, dilansir dari laman BBC.

    "Dua, untuk menyalahkan Tiongkok atas memburuknya hubungan bilateral. Mungkin nanti akan ada upaya lebih lanjut dalam mendorong rasa nasionalisme domestik (di Australia)," lanjutnya.

    Hubungan Tiongkok-Australia terjun bebas dalam beberapa hari terakhir. Foto palsu yang diunggah Tiongkok merupakan respons atas temuan Pasukan Pertahanan Australia mengenai sebuah "informasi kredibel."

    Informasi kredibel itu menyebutkan adanya 25 prajurit Australia yang terlibat dalam pembunuhan 39 warga sipil dan tahanan antara 2009 dan 2013. Temuan itu masih diselidiki Kepolisian Australia.

    Sementara itu, Selandia Baru membela Australia dalam perselisihannya dengan Tiongkok.

    PM Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa pemerintahannya telah menghubungi Beijing secara langsung untuk mengajukan keberatan atas gambar kontroversial tersebut. Gambar tersebut diunggah oleh juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Zhao Lijian.

    Baca:  Selandia Baru Dukung Australia Terkait Informasi Palsu Tiongkok


    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id