Daerah Kumuh Terbesar di Asia Catat Kematian akibat Covid-19

    Willy Haryono - 04 April 2020 10:03 WIB
    Daerah Kumuh Terbesar di Asia Catat Kematian akibat Covid-19
    Permukiman kumuh Dharavi di Mumbai, India. (Foto: AFP/Punit PARANJPE)
    New Delhi: Salah satu permukiman terkumuh di India dan juga Asia telah mengonfirmasi kematian perdana akibat virus korona (covid-19). Otoritas kesehatan India pun khawatir kematian ini merupakan pertanda akan datangnya gelombang kasus positif covid-19 yang jauh melebihi level Eropa serta Amerika Serikat.

    Dikutip dari CNN, Sabtu 4 April 2020, seorang pria berusia 56 tahun di perkampungan kumuh Dharavi dilaporkan meninggal akibat covid-19 pada Rabu kemarin. Dharavi adalah salah satu daerah terkumuh di India dan juga Asia, yang berlokasi di Mumbai.

    Korban meninggal, yang tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri, mengembuskan napas terakhir beberapa jam usai dinyatakan positif covid-19. Ia sempat dirawat di sebuah rumah sakit lokal Kiran Dighavkar.

    Sejumlah anggota keluarga korban telah menjalani tes covid-19 dan mengkarantina diri di rumah masing-masing. Deretan 300 rumah dan 90 pertokoan di Dharavi telah ditutup demi meminimalisasi risiko penyebaran virus korona.

    Kamis kemarin, seorang tukang sapu di Dharavi juga dinyatakan positif terjangkit virus korona.

    Dihuni sekitar 1 juta orang, tingkat kepadatan populasi di Dharavi hampir 30 kali lebih tinggi dari New York -- tau sekitar 280 ribu orang per kilometer persegi.

    Sekelompok tim dokter India khawatir covid-19 dapat menyebar dengan cepat di Dharavi. Mereka memprediksi situasi semacam itu akan sulit ditangani karena minimnya fasilitas kesehatan di Dharavi. Padatnya populasi di Dharavi juga membuat imbauan menjaga jarak sosial atau social distancing sulit dilakukan.

    Kematian di Dharavi merupakan kali kedua terkait permukiman kumuh di India sejak mewabahnya covid-19. Selasa kemarin, seorang pria berusia 63 tahun di permukiman kumuh Malvani meninggal akibat covid-19.

    Dr Naresh Trehan, pemimpin sebuah rumah sakit di Gurugram dekat New Delhi, menyerukan otoritas kesehatan untuk menentukan apakah suatu permukiman kumuh di India sedang dilanda wabah atau tidak.

    "Saat kita mengetahui wabah sedang melanda salah satu permukiman kumuh, kita harus segera melakukan lockdown. Kita harus memberi makan semua orang di sana, dan mengisolasi mereka selama dua pekan," ungkap Trehan.

    Berdasarkan data terbaru Universitas Johns Hopkins pada Sabtu ini, total kasus covid-19 di India mencapai 2.567 dengan 72 kematian dan 192 pasien sembuh.



    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id