Kasus Covid-19 Muncul, Provinsi Jilin di Tiongkok Terancam Lockdown

    Fajar Nugraha - 20 Mei 2020 11:56 WIB
    Kasus Covid-19 Muncul, Provinsi Jilin di Tiongkok Terancam <i>Lockdown</i>
    Stasiun kereta Jilin, Tiongkok, ditutup sebagai bagian bentuk mencegah penyebaran covid-19. Foto: AFP
    Beijing: Provinsi Jilin di Tiongkok dalam ancaman untuk lockdown, setelah ditemukan infeksi baru virus korona. Sekitar 108 juta warga di provinsi kemungkinan bisa menjalani penutupan menyeluruh, seperti halnya penyebaran virus korona gelombang pertama yang muncul di Wuhan.

    Setelah Tiongkok memulai membuka kembali negerinya, kota-kota di Provinsi Jilin justru menghentikan jalur kereta api dan bus, menutup sekolah dan mengkarantina puluhan ribu orang. Langkah-langkah ketat telah mengecewakan banyak warga yang mengira epidemi terburuk bangsa sudah berakhir.

    “Orang-orang mulai lebih berhati-hati lagi," kata Fan Pai, yang bekerja di sebuah perusahaan perdagangan di Shenyang, sebuah kota di dekat Provinsi Liaoning yang juga menghadapi pembatasan baru.

    “Anak-anak yang bermain di luar memakai masker lagi dan petugas kesehatan berjalan berkeliling dengan alat pelindung. Ini membuat frustrasi karena kamu tidak tahu kapan itu akan berakhir,” tutur Fan Pai.

    Setidaknya 34 orang telah didiagnosis dengan covid-19 di Provinsi Jilin dalam dua minggu terakhir. Reaksi cepat dan kuat Tiongkok mencerminkan ketakutannya akan gelombang kedua setelah menahan penyebaran virus dengan biaya ekonomi dan sosial yang besar. I

    “Di Shulan, kompleks perumahan dibatasi hanya pada satu pintu masuk dan keluar untuk kendaraan darurat, dan melarang masuknya non-penduduk dan kendaraan. Jika ada kasus yang dikonfirmasi di tempat tinggal komunitas, tidak ada yang bisa masuk atau pergi,” lapor Guardian, Rabu, 20 Mei 2020.

    Pekan lalu, kota itu direklasifikasi sebagai risiko tinggi setelah sekelompok kasus muncul terkait dengan seorang wanita yang tidak memiliki riwayat perjalanan atau paparan virus. Sebagai tanggapan, pihak berwenang memerintahkan penutupan sementara tempat-tempat umum, sekolah dan angkutan umum.

    Namun pada Senin pembatasan ini semakin meningkat, dengan China Daily menyebut kota itu sebagai "hotspot pandemi terbaru di negara ini". Dikatakan ratusan orang berada di bawah karantina medis, dan kehidupan mungkin tidak akan kembali normal selama berminggu-minggu.

    Pada Selasa, kota terdekat lainnya memperkenalkan langkah-langkah perlindungan. Otoritas Provinsi Jilin mengatakan bahwa karena "keadaan parah" epidemi di daerah sekitar Kota Jiaohe, transportasi umum di dalam kota dan antara kota dan kabupaten tetangga akan dihentikan sampai pemberitahuan lebih lanjut.

    Wilayah yang berbatasan dengan Rusia dan Korea Utara, telah muncul sebagai daerah yang sangat memprihatinkan, karena kasus-kasus tampaknya telah dibawa masuk dari seberang perbatasan, dan kemudian mulai menyebar secara lokal.

    Meskipun tingkat penguncian tertinggi dipicu oleh hanya beberapa puluh  kasus, media Tiongkok mengatakan negara itu dapat menangani lebih banyak kasus impor dan kemungkinan akan mulai membuka kembali. Tiongkok kemungkinan akan melonggarkan kontrol perbatasannya setelah pertemuan dua sesi, yang dimulai Kamis.

    “Aturan masuk yang diperlonggar dapat berlaku untuk siswa Tiongkok di luar negeri yang ingin kembali ke rumah setelah lulus, dan pelancong bisnis,” menurut Ahli Kesehatan Masyarakat di Universitas Peking, Zhou Zijun, yang dikutip oleh Global Times.

    “Tiongkok sekarang dapat menangani dengan baik kasus-kasus kecil yang diimpor,” sebutnya.

    Berdasarkan data Universitas Johns Hopkins, Rabu 20 Mei 2020, jumlah kasus positif covid-19 di Tiongkok mencapai 84.063 jiwa. Sementara korban meninggal berada pada angka 4.638 orang dan yang sembuh mencapai 79.310 orang.




    Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini (https://www.medcom.id/corona).



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id