Menlu Minta Tiongkok Pastikan WNI Bekerja Layak

    Marcheilla Ariesta - 07 Mei 2020 20:24 WIB
    Menlu Minta Tiongkok Pastikan WNI Bekerja Layak
    Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual. (Foto: Istimewa).
    Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyampaikan meminta kepada Pemerintah Tiongkok untuk memastikan warga negara Indonesia (WNI) bekerja dalam keadaan layak. Permintaan ini disampaikan kepada Duta Besar Tiongkok untuk RI Xiao Qiao.

    "Pemerintah Indonesia menyampaikan keprihatinan atas kondisi kehidupan di kapal yang tidak sesuai dan dicurigai menyebabkan kematian empat awak Indonesia, yakni tiga meninggal di laut, dan seorang di rumah sakit di Busan," kata Menlu Retno dalam konferensi pers virtual, Kamis 7 Mei 2020.

    Retno mengatakan kedepannya untuk menangani kasus-kasus seperti ini, ada beberapa hal yang akan dilakukan RI dengan perusahan dan meminta bantuan pemerintah Tiongkok.

    "Kita akan minta dilakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kapal-kapal yang terlibat dalam kasus ini, termasuk kondisi situasi kerja dan perlakukan kerja di kapal," kata Retno.

    "Kita akan minta kepada otoritas Tiongkok agar dilakukan penyelidikan," imbuhnya.

    Retno menambahkan, Indonesia akan terus berusaha melakukan penyelidikan dan mendapatkan klarifikasi apakah penguburan di laut atau pelarungan sudah dilakukan sesuai standar International Labour Organization (ILO).

    "Jika dari penyelidikan terbukti terjadi pelanggaran, maka kita minta otoritas Tiongkok agar ada penegakkan hukum secara adil," tegasnya.

    Indonesia, imbuh Retno, juga akan meminta agar hak-hak ketenagakerjaan dipenuhi. Meski demikian, dia mengaku anak buah kapal warga negara Indonesia (ABK WNI) yang bekerja di kapal ikan long line memiliki risiko tinggi.

    Kedepannya, terang Retno, perlindungan terhadap para ABK WNI harus dimulai dari hulu.

    "Ini tentu harus kita lakukan koordinasi dengan instansi terkait di Tanah Air. Kita akan koordinasi dengan kementerian lembaga lain yang bertanggung jawab di hulu untuk memperkuat perlindungan," terangnya.

    Menurut Retno, kedepannya pemerintah Indonesia juga akan mendorong pengawasan ketat terhadap penyusunan perjanjian kerja laut antara awak kapal dan pihak pemilik kapal, sehingga tidak ada klausul yang merugikan hak-hak ABK.

    "Ini juga akan menjadi fokus diplomasi kedepan untuk mendorong adanya norma hukum internasional untuk mengatur perlindungan ABK di kapal ikan tersebut," ujar Retno.

    Dalam konferensi pers, Retno membenarkan ada tiga ABK WNI yang jenazahnya dilarungkan karena sakit. Dua jasad ABK WNI dilarungkan di perairan Samudra Pasifik pada Desember 2019, dan seorang lainnya pada 30 Maret 2020 karena sakit.

    Sementara itu, ada seorang ABK WNI yang meninggal karena pneumonia. Jenazahnya akan dipulangkan ke Indonesia pada Jumat 8 Mei 2020. 

    Kepulangan jenazah itu bersamaan dengan kepulangan 14 ABK WNI dari Korea Selatan. Mereka adalah anak buah kapal Long Xing 629 yang kini berada di Busan, Korea Selatan.

    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id