Covid-19 India Melonjak, KBRI Belum Berencana Pulangkan WNI

    Marcheilla Ariesta - 06 Mei 2021 23:12 WIB
    Covid-19 India Melonjak, KBRI Belum Berencana Pulangkan WNI
    Pasien covid-19 dirawat di rumah sakit India. Foto: AFP



    New Delhi: Kasus infeksi virus korona di India makin mengkhawatirkan. Namun, KBRI New Delhi belum berencana memulangkan warga negara Indonesia (WNI) dari 'Negeri Bollywood' tersebut.

    "Hingga saat ini belum ada rencana repatriasi," ucap Konselor Fungsi Sosial dan Budaya KBRI New Delhi, Hanafi, kepada Medcom.id, Kamis, 6 Mei 2021.

     



    Menurut dia, dari hasil komunikasi dengan WNI, belum ada permintaan repatriasi. WNI juga masih bisa memenuhi bahan pokok dan keperluan lain.

    "Termasuk makanan masih relatif mudah diperoleh teman-teman WNI yang sedang menjalani pembatasan sosial," imbuh dia.

    Baca: KBRI: 29 WNI Positif Covid-19 di India

    Di sisi lain, Hanafi mengatakan ada 29 WNI yang terinfeksi covid-19 di India. Dari jumlah tersebut, tiga orang dirawat di rumah sakit.

    "Karena gejalanya menengah, sedang yang 26 isolasi mandiri dengan gejala ringan," terang dia.

    WNI terinfeksi covid-19 di India tersebar di berbagai wilayah. Mereka ada di New Delhi, Maharastra, Haryana, West Bengal, Tamil Nadu, Andra Pradesh, Karnataka, Punjab, Jammu Kashmir, dan Uttar Pradesh.

    India sedang menjadi perhatian dunia karena dihantam gelombang kedua covid-19 yang amat parah. Sejak akhir Maret 2021, angka infeksi di India terus meningkat.

    Per hari ini, 412.262 kasus baru covid-19 dikonfirmasi. Angka ini menjadikan total kasus infeksi di India sebanyak 21,1 juta.

    Angka kematian akibat virus korona di India juga terus bertambah. Dalam 24 jam terakhir, tercatat 3.980 orang meninggal akibat covid-19, menjadikan total kematian mencapai 230.168 kasus.

    Pemerintah Malaysia akan memulangkan warganya di beberapa wilayah dari India. Menteri Luar Negeri Malaysia Hishammuddin Hussein mengatakan mereka yang dipulangkan termasuk staf kedutaan serta keluarganya. 

    Pemerintah Malaysia menyewa pesawat untuk membawa mereka pulang. Warga yang dibawa pulang harus melakukan tes swab sebelum keberangkatan dan setibanya di Malaysia. Mereka juga akan dikarantina 14 hari di pusat karantina yang ditunjuk pemerintah.

    Meski demikian, Hishammuddin menuturkan warga Malaysia yang bisa ikut repatriasi hanya yang berada di New Delhi dan Mumbai. Misi ini tidak akan melibatkan warganya di wilayah selatan dan timur India karena situasi di sana terkendali.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id