comscore

Penyelidikan Pentagon Tegaskan Serangan Drone AS di Kabul Tak Langgar Hukum

Fajar Nugraha - 04 November 2021 16:03 WIB
Penyelidikan Pentagon Tegaskan Serangan Drone AS di Kabul Tak Langgar Hukum
Sebuah drone milik Amerika Serikat (AS) yang tengah diuji coba. Foto: AFP
Washington: Serangan pesawat tak berawak atau drone militer Amerika Serikat (AS) di ibu kota Afghanistan, Kabul pada akhir Agustus menewaskan 10 warga sipil. Tetapi Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon tegaskan serangan itu tidak melanggar hukum.

Berbicara kepada wartawan di Pentagon pada Rabu, Letnan Jenderal Angkatan Udara AS Sami Said mengatakan "kesalahan eksekusi", termasuk "bias konfirmasi" dan "gangguan komunikasi" berkontribusi pada serangan mematikan itu.
Baca: Drone AS Serang Mobil Berisi Militan ISIS di Kabul.

Namun Said, yang bertindak sebagai inspektur jenderal Angkatan Udara AS mengatakan, itu bukan pelanggaran hukum perang atau akibat kelalaian.

"Itu adalah kesalahan yang jujur. Tapi itu bukan tindakan kriminal, tindakan acak, kelalaian,” ujar Said, seperti dikutip Al Jazeera, Kamis 4 November 2021.

Serangan pesawat tak berawak pada 29 Agustus terjadi di tengah penarikan militer AS yang kacau dari Kabul, dan Said juga menekankan bahwa itu terjadi ketika pasukan Amerika menghadapi ancaman dari Islamic State di Provinsi Khorasan (ISIS-K).

“Target serangan yang dimaksudkan –,kendaraan, Corolla putih,– isinya benar-benar dinilai pada saat itu sebagai ancaman bagi pasukan AS berdasarkan interpretasi intelijen yang ternyata tidak akurat,” kata Said.

AS menarik pasukan terakhirnya dari Kabul pada akhir Agustus, mengakhiri perang selama 20 tahun yang dimulai setelah serangan Al Qaeda 11 September 2001 di New York dan Washington.

Militer AS awalnya mengklaim serangan pesawat tak berawak Kabul telah menewaskan anggota ISIS-K yang bersiap menyerang pasukan AS di bandara.

Namun kerabat para korban mengatakan 10 anggota keluarga Ahmadi dan Nejrabi, berusia antara dua hingga 40 tahun, telah tewas. “Mereka adalah anak-anak yang tidak bersalah dan tidak berdaya,” Aimal Ahmadi, yang keponakan dan keponakannya termasuk di antara mereka yang terbunuh, mengatakan kepada Al Jazeera setelah serangan itu.







Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id