Korut Anggap Terlalu Dini untuk Akhiri Perang Korea

    Fajar Nugraha - 24 September 2021 08:24 WIB
    Korut Anggap Terlalu Dini untuk Akhiri Perang Korea
    Korea Utara secara aktif masih terus melakukan uji coba rudal yang mengancam stabilitas kawasan. Foto: AFP



    New York: Korea Utara (Korut) menimpali seruan Korea Selatan (Korsel) untuk menyatakan berakhirnya Perang Korea secara resmi. Mereka menanggap hal itu terlalu dini karena tidak ada jaminan hal itu akan mengarah pada penarikan ‘kebijakan bermusuhan AS’ terhadap Pyongyang.

    Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada Selasa mengulangi seruan untuk mengakhiri Perang Korea secara resmi dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum PBB. Moon mengusulkan agar kedua Korea dengan Amerika Serikat, atau dengan Amerika Serikat dan Tiongkok, membuat perjanjian semacam itu.

     



    Pada dasarnya, kedua Korea secara teknis masih berperang setelah konflik 1950-1953. Perang antara keduanya berakhir dengan gencatan senjata daripada perjanjian damai.

    “Tidak ada yang akan berubah selama keadaan politik di sekitar DPRK (nama remis Korea Utara) tetap tidak berubah dan kebijakan bermusuhan Amerika Serikat tidak diubah. Meskipun penghentian perang dinyatakan ratusan kali," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Ri Thae Song, dilansir media pemerintah Korea Utara KCNA, yang dikutip AFP, Jumat 24 September 2021.

    "Penarikan AS dari standar ganda dan kebijakan bermusuhan adalah prioritas utama dalam menstabilkan situasi semenanjung Korea dan memastikan perdamaian di atasnya,” tegas Ri.

    Pada hari Selasa, Presiden AS Joe Biden berpidato di depan majelis PBB dan mengatakan Amerika Serikat menginginkan "diplomasi berkelanjutan" untuk menyelesaikan krisis seputar program nuklir dan rudal balistik Korea Utara.

    Korea Utara telah menolak tawaran AS untuk terlibat dalam dialog dan kepala pengawas atom PBB mengatakan minggu ini bahwa program nuklir Pyongyang akan "berjalan penuh".

    Uji coba rudal balistik Korea Utara dan Korea Selatan pekan lalu, tembakan terakhir dalam perlombaan senjata di mana kedua negara telah mengembangkan senjata yang semakin canggih di tengah upaya sia-sia untuk memulai pembicaraan guna meredakan ketegangan.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id