Barbados Ingin Copot Ratu Elizabeth sebagai Kepala Negara

    Fajar Nugraha - 17 September 2020 11:08 WIB
    Barbados Ingin Copot Ratu Elizabeth sebagai Kepala Negara
    Barbados tak ingin Ratu Elizabeth II sebagai kepala negara mereka. Foto: AFP
    Bridgetown: Barbados telah mengumumkan niatnya untuk mencopot Ratu Inggris Elizabeth II sebagai kepala negara. Mereka ingin menjadi negara republik tahun depan.

    Negara di Kepulauan Karibia itu mengatakan menginginkan "kedaulatan penuh" pada saat merayakan ulang tahun ke-55 kemerdekaan dari Inggris pada November 2021.

    Pidato yang ditulis oleh Perdana Menteri Barbados Mia Mottley mengutip perdana menteri pertamanya Errol Barrow yang memperingatkan agar tidak "berkeliaran di tempat kolonial".

    Saat membaca pidatonya, Gubernur Jenderal Barbados Dame Sandra Mason berkata: "Waktunya telah tiba untuk sepenuhnya meninggalkan masa lalu kolonial kita. Orang Barbados menginginkan kepala negara dari Barbados”.

    "Ini adalah pernyataan keyakinan tertinggi pada siapa kami dan apa yang mampu kami capai,” ujar Dame Sandra, seperti dikutip Sky News, Kamis 17 September 2020.

    "Oleh karena itu, Barbados akan mengambil langkah logis berikutnya menuju kedaulatan penuh dan menjadi republik pada saat kita merayakan ulang tahun kemerdekaan ke-55,” tegas Dame Sandra.

    Dalam pernyataan singkatnya, Istana Buckingham mengatakan bahwa rencana Barbados untuk mencopot Ratu sebagai kepala negaranya adalah urusan pemerintah dan rakyat negara itu.

    Barbados memperoleh kemerdekaannya dari Inggris pada 1966, meskipun Ratu tetap menjadi penguasa konstitusionalnya.

    Pada 1998, komisi peninjau konstitusi Barbados merekomendasikan status republik, dan pada 2015 Perdana Menteri Freundel Stuart berkata "kita harus beralih dari sistem monarki ke bentuk pemerintahan republik dalam waktu dekat".

    Sebagian besar negara Karibia tetap menjalin hubungan formal dengan Monarki Inggris setelah memperoleh kemerdekaan. Jika berjalan sesuai rencana, Barbados akan bergabung dengan Trinidad dan Tobago, Dominika, dan Guyana jika melanjutkan rencananya untuk menjadi sebuah republik.

    Perdana Menteri Jamaika Andrew Holness juga mengatakan, itu adalah prioritas pemerintahnya, tetapi dia belum mencapai kesepakatan dari rakyat.

    Barbados mengambil langkah lain menuju kemerdekaan dari Inggris pada 2003 ketika menggantikan Komite Yudisial Dewan Penasihat yang berbasis di London dengan Pengadilan Karibia, yang terletak di Port of Spain di Trinidad dan Tobago. Pengadilan ini bertindak sebagai pengadilan banding terakhirnya.


    (FJR)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id