Taliban Selidiki Rekening Mantan Pejabat Afghanistan untuk Berantas Korupsi

    Marcheilla Ariesta - 14 September 2021 17:53 WIB
    Taliban Selidiki Rekening Mantan Pejabat Afghanistan untuk Berantas Korupsi
    Anggota Taliban berjaga-jaga di jalanan Kabul. Foto: AFP.



    Kabul: Taliban menyelidiki rekening mantan anggota pemerintahan Afghanistan. Penyelidikan dapat mengarah pada pembekuan aset dan rekening mantan pejabat tersebut di Da Afghanistan Bank.

    Seorang manajer bank mengkonfirmasi jika tim 'auditor' Taliban telah dikerahkan ke kantor mereka untuk memeriksa rekening mantan pejabat pemerintah terpilih.

     



    Langkah ini dilakukan karena korupsi meluas dan merajalela di pemerintahan sebelumnya. Puluhan juta dolar uang bantuan diyakini disedot keluar dari dompet publik.

    Mantan Presiden Ashraf Ghani sendiri dituduh membawa jutaan dolar ketika ia melarikan diri ke Abu Dhabi pada 15 Agustus lalu. Namun, Ghani membantah klaim tersebut dan mengatakan ia siap untuk membuktikan tidak bersalah.

    Beberapa pejabat Taliban mengunggah video di akun media sosial untuk menunjukkan jutaan uang tunai dan emas batangan yang ditemukan dari kediaman mantan wakil presiden Amrullah Saleh di Panjshir.

    Taliban mengklaim menemukan uang tunai sebesar USD6,5 juta dolar (setara Rp92 miliar) di rumah Saleh.

    "Hari ini Mujahidin (anggota) kami mendapat USD6,5 juta dolar dan 18 batangan emas dari rumah Amrullah Saleh. Kami akan mengembalikan uang itu ke Kementerian Keuangan," ujar seorang anggota Komisi Kebudayaan Taliban, Shahab Lewal, dilansir dari AFP, Selasa, 14 September 2021.

    Baca juga: NATO Salahkan Kepemimpinan Afghanistan atas Kemenangan Taliban

    Saleh belum memberi tanggapan terkait video tersebut. Ia bersembunyi di Panjshir usai Taliban merebut Kabul.

    Penyelidikan terhadap kemungkinan aset ilegal dilakukan saat Afghanistan berada dalam cengkeraman krisis uang tunai yang besar. Warga dibatasi menarik uang dengan batasan USD200 (sekitar Rp2,8 juta) per hari dari rekening pribadi.

    Itu pun mereka harus mengantre berjam-jam untuk dapat mengambil uang.

    Sebelum pengambilalihan Taliban, gaji sering terlambat dibayar. Warga terpaksa menjual barang rumah tangga untuk mengumpulkan uang guna membeli kebutuhan pokok.

    Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) telah menghentikan akses Afghanistan ke pendanaan, sementara Amerika Serikat juga telah membekukan uang tunai yang disimpan dalam cadangannya untuk Kabul.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id