comscore

ASEAN Peringatkan Myanmar: Jangan Eksekusi Tahanan Politik Lagi!

Marcheilla Ariesta - 04 Agustus 2022 16:05 WIB
ASEAN Peringatkan Myanmar: Jangan Eksekusi Tahanan Politik Lagi!
ASEAN peringatkan Myanmar untuk tidak lagi mengeksekusi tahanan politik./AFP
Phnom Penh: Ketua ASEAN saat ini, Kamboja dengan tegas memperingatkan Myanmar untuk tidak mengeksekusi tahanan lagi. Peringatan tegas itu disampaikan setelah junta melangsungkan hukuman gantung terhadap empat orang tahanan politiknya.

Dari keempat orang yang dieksekusi, dua merupakan tokoh pro-demokrasi terkemuka di negara itu. Hukuman mati mereka menyebabkan kemarahan internasional.
Para menteri luar negeri ASEAN sedang mendiskusikan cara mengatasi krisis yang berkembang di Myanmar dalam pembicaraan mereka di Phnom Penh. Kelompok regional tersebut, sejauh ini terus mendesak junta Myanmar mengimplementasi lima poin konsensus yang telah disetujui tahun lalu.

Myanmar mengeksekusi empat tahanan bulan lalu, membuat mereka dikutuk oleh anggota ASEAN. "Jika lebih banyak tahanan yang akan dieksekusi, kami akan dipaksa untuk memikirkan kembali peran kami dalam lima poin konsensus ASEAN," ucap Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, dikutip dari AFP, Kamis, 4 Agustus 2022.

"ASEAN kecewa dan terganggu dengan eksekusi para aktivis oposisi ini meskipun ada seruan dari saya dan yang lain agar hukuman mati dipertimbangkan kembali demi dialog politik, perdamaian dan rekonsiliasi," sambungnya.

Komunike Bersama ASEAN

Seluruh menteri luar negeri ASEAN yang mengikuti kegiatan AMM sepakat untuk menelurkan Komunike Bersama Tentang Myanmar karena banyaknya pelanggaran terhadap pelaksanaan lima poin konsensus.

Baca juga: Menlu ASEAN Sepakat Keluarkan Komunike Bersama AMM Terkait Myanmar

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan, pertemuan kedua AMM hari Rabu berbentuk working lunch dan membahas satu-satunya isu mengenai masalah Myanmar.

"Di dalam working lunch, para menteri luar negeri ASEAN sepakat pentingnya AMM ini mengeluarkan joint communique dan paragraf mengenai Myanmar akan langsung dibahas pada tingkat menteri luar negeri. Jadi ada kesepakatan bahwa joint communique AMM akan dikeluarkan," kata Retno.

Sebagai informasi, pembahasan paragraf mengenai Myanmar pada level menteri luar negeri masih berlangsung. Draf awal paragraf-paragraf Myanmar yang diusulkan Indonesia masih dibahas pada tingkat menteri luar negeri dan sedang dinegosiasikan.

"Kita tetap berkomitmen bahwa Myanmar tidak diwakili pada political level di pertemuan-pertemuan politik dan Indonesia menekankan kembali pentingnya keterikatan dengan semua pemangku kepentingan. Karena ini merupakan mandat dari five point consensus," tegasnya.
 
Ia menambahkan, beberapa negara selama working lunch juga menyampaikan banyak sekali pelanggaran janji yang dilakukan junta militer. Menurut dia, pada saat negara-negara berdiskusi dengan junta, komitmen seolah-olah ada namun yang dilakukan justru semuanya bertolak belakang dengan apa yang disampaikan pada saat ada pertemuan.
 
"Indonesia juga menyampaikan jika tidak dapat perubahan sama sekali sampai berlangsungnya KTT pada November 2022 maka para menteri luar negeri ASEAN harus menyampaikan rekomendasi kepada para pemimpin ASEAN mengenai langkah-langkah yang dilakukan oleh ASEAN kedepan," pungkas Retno.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id