Wujud Kepercayaan Global, RI Raih Suara Terbanyak di COVAX AMC

    Marcheilla Ariesta - 13 Januari 2021 14:39 WIB
    Wujud Kepercayaan Global, RI Raih Suara Terbanyak di COVAX AMC
    Salah satu sesi pertemuan di markas WHO di Jenewa, Swiss. (AFP)
    Jakarta: Menteri Luar Negeri Retno Marsudi terpilih sebagai salah satu Ketua Bersama (Co-Chair) COVAX Advance Market Commitment (AMC) Engagement Group (EG). Retno mengatakan Indonesia memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan tersebut, yakni sebesar 41 persen dari suara masuk.

    Ia menuturkan, suara terbanyak kedua diraih oleh Menteri Kesehatan Ethiopia, Lia Tadesse. Selain Indonesia dan Ethiopia, Menteri Pembangunan Internasional Kanada Karina Gould juga terpilih mewakili negara donor sebagai co-chair.

    COVAX adalah sebuah inisiatif yang dibentuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk menyediakan vaksin covid-19 ke negara-negara berkembang dan kurang mampu.

    Baca:  
    Indonesia Jadi Ketua Bersama Dewan Vaksin Covid-19 WHO

    "Kita maknai terpilihnya Indonesia dengan suara terbanyak ini, paling tidak dari dua sisi. Pertama, ini merupakan wujud dari kepercayaan dunia internasional, terutama negara berkembang kepada Indonesia," tutur Retno, dalam jumpa pers, Rabu, 13 Januari 2021.

    "Kedua, ini merupakan tanggung jawab besar Indonesia bagi terwujudnya kesetaraan akses vaksin bagi semua negara," imbuh dia.

    Menurut Retno, tanggung jawab ini harus ditunaikan sebaik mungkin. Ia menambahkan, semua ini bisa tercapai karena Indonesia secara konsisten terus menyuarakan prinsip kesetaraan akses vaksin bagi semua negara.

    Ia menuturkan, pandemi tidak dapat diselesaikan jika semua negara belum dapat menyelesaikan pandemi di negara masing-masing.

    COVAX AMC EG ini merupakan forum antara negara AMC dengan negara-negara donor untuk pengadaan dan distribusi vaksin bagi negara AMC. COVAX Facility memiliki target pengadaan vaksin bagi 20 persen dari populasi setiap negara.

    Forum ini juga mendukung kesiapan negara AMC untuk melakukan rencana vaksinasi nasional.

    "Tentunya pengadaan akan dilakukan secara bertahap karena masih terbatasnya vaksin yang tersedia bagi semua negara," seru dia.

    Retno mengatakan ini bukan hal mudah dijalankan, baik dari sisi sumber daya yang tersedia hingga kesiapakn semua negara dalam menerima vaksin.

    "Namun kita meyakini, dengan kerja sama erat dari semua negara, maka target yang sangat mulia ini akan dapat dijalankan," imbuh Retno.

    Mantan duta besar RI untuk Belanda tersebut mengatakan sudah melakukan komunikasi dengan tim PTRI Jenewa untuk memulai persiapan hal-hal yang harus dilakukan dengan keketuaan bersama ini.

    "Tim PTRI Jenewa akan segera melakukan komunikasi intensif dengan GAVI (Aliansi Vaksin), tim Jakarta juga telah kita persiapkan," pungkasnya.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id