Menlu Retno Beberkan Alasan Indonesia Terus Terima Pengungsi Rohingya

    Fajar Nugraha - 22 Oktober 2020 20:38 WIB
    Menlu Retno Beberkan Alasan Indonesia Terus Terima Pengungsi Rohingya
    Pengungsi di Prancis yang terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka dan mencari suaka. Foto: AFP
    Jakarta: Sepanjang tahun 2020, atas dasar kemanusiaan, Indonesia telah menampung sementara dua rombongan pengungsi Rohingya dengan jumlah total 396 orang. Keberadaan pengungsi ini turut diperhatikan oleh pemerintah.

    Indonesia secara konsisten menyampaikan bahwa isu pengungsi Rohingya tidak akan selesai jika akar masalah tidak diselesaikan yaitu terciptanya kondisi kondusif di Rakhine State agar repatriasi yang sukarela, aman dan bermartabat dapat segera dilakukan.

    "Myanmar adalah rumah mereka," tegas Menlu Retno Marsudi dalam paparan kerjanya yang disampaikan secara virtual, Kamis 22 Oktober 2020. 

    “Pemerintah Myanmar harus terus berusaha menciptakan kondisi kondusif di Rakhine State.  Tanpa kondisi ini, apapun yang akan dilakukan negara lain tidak akan mampu menyelesaikan masalah,” ujar Menlu Retno.

    “Indonesia konsisten memberikan perhatian bagi penyelesaian permasalahan Rohingya melalui berbagai saluran, baik bilateral, regional melalui ASEAN dan multilateral,” tegas Menlu perempuan pertama Indonesia itu.

    Menlu menambahkan, sebagai wujud dari kontribusi Indonesia terhadap penyelesaian isu ini, Indonesia juga telah memberikan kontribusi pendanaan bagi Sekretariat ASEAN untuk menjalankan rekomendasi Premilinary Need Assesment (PNA). Hal itu harus dilakukan sambil terus menyiapkan diri bagi kemungkinan pengiriman Comprehensive Needs Assessment (CNA).

    Dalam konteks Bali Process, beberapa pertemuan tingkat SOM juga telah dilakukan dan dengan mengundang beberapa organisasi internasional, antara lain IOM, UNHCR dan UNODC.

    Sebagai salah satu aset diplomasi Indonesia, pada tahun 2020 telah dibentuk Indonesian Aid untuk memberikan bantuan internasional.  Indonesian Aid ini merupakan sebuah bentuk tanggung jawab Indonesia sebagai warga dunia sesuai amanat Konstitusi:

    1. Penguatan profil diplomasi Indonesia.

    2. Konsolidasi Kerja sama Pembangunan Internasional yang sejalan
    dengan kepentingan nasional dan negara mitra.

    Kerja sama teknik juga menjadi hal krusial dalam diplomasi Indonesia. Sejak 20 Oktober 2019, Kementerian Luar Negeri telah memberikan kerja sama teknik kepada 158 orang dari 13 negara berkembang dan kurang berkembang.

    Adapun total nilai baik dalam Daftar Rencana Pemberian Hibah (DRPH) maupun non-DRPH, mencapai sebesar Rp196,48 miliar. Diharapkan bantuan itu bisa membuat subjek yang mendapatkan pelatihan dapat membangun negaranya saat kembali.

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id