Sidang Majelis Umum ke-76 PBB Fokus di Pemulihan Covid-19 dan Perubahan Iklim

    Willy Haryono - 15 September 2021 11:43 WIB
    Sidang Majelis Umum ke-76 PBB Fokus di Pemulihan Covid-19 dan Perubahan Iklim
    Salah satu sesi di Sidang Majelis Umum PBB di New York, AS. (AFP)



    Jakarta: Sidang Majelis Umum ke-76 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah resmi dibuka pada Selasa, 14 September 2021, waktu New York, Amerika Serikat. Beragam agenda utama diangkat dalam sidang kali ini, yang dua di antaranya adalah pemulihan pascapandemi Covid-19 dan perubahan iklim.

    Tema Sidang Majelis Umum PBB tahun ini adalah "Building resilience through hope - to recover from COVID19, rebuild sustainably, respond to the needs of the planet, respect the rights of the people, and revitalize the United Nations."

     



    "Tema ini menggambarkan perhatian dunia pada pandemi Covid-19, mengejar pencapaian SDGs, tantangan perubahan iklim, kepedulian pada penghormatan hak asasi manusia, dan upaya revitalisasi peran PBB," ucap Dirjen Multilateral Kementerian Luar Negeri Febrian Alphyanto Ruddyard dalam keterangan daring kepada awak media di Jakarta, Rabu, 15 September 2021.

    Terdapat lima agenda utama yang akan dibahas sepanjang Sidang Majelis Umum ke-76 PBB, yaitu pemulihan dari COVID-19; membangun kembali secara berkelanjutan (isu SDGs); merespon kebutuhan planet (isu perubahan iklim); penghormatan hak untuk semua; dan revitalisasi PBB.

    Nantinya, Presiden Joko Widodo akan menyampaikan pidato nasional di rangkaian acara, yakni pada tanggal 22 September petang waktu New York. Kemenlu RI menyebut bahwa secara umum, ada beberapa isu yang akan diangkat Indonesia dalam sidang majelis umum tahun ini.

    Isu-isu tersebut adalah tantangan pandemi yang belum usai dan ketimpangan vaksinasi global; upaya Indonesia untuk ikut melaksanakan ketertiban dunia sebagai bagian dari politik luar negeri Indonesia; mendorong terciptanya perdamaian melalui dialog dan solusi politik (seperti Palestina, Afghanistan dan Myanmar); penguatan mekanisme PBB dan multilateralisme; dan memperkokoh solidaritas antar bangsa.

    "Dan juga peran Indonesia sebagai anggota Dewan HAM 2020-2022, anggota Dewan ECOSOC 2021-2023, serta Presidensi G20 tahun 2022," sebut Febrian.

    Sidang Majelis Umum ke-76 digelar secara hibrida. Presiden Jokowi akan berpartisipasi secara daring, sementara Menteri Luar Negeri Retno Marsudi hadir langsung di New York.

    Rencananya, Menlu Retno akan menghadiri setidaknya sembilan pertemuan tingkat Menteri di sela-sela High Level Week yang merupakan bagian dari Sidang Majelis Umum ke-76. Selain itu, Menlu Retno juga dijadwalkan menghadiri 36 pertemuan bilateral dengan jajaran menlu dan kepala organisasi internasional, termasuk Sekjen PBB Antonio Guterres.

    Baca:  Sekjen PBB: Hentikan Konflik dan Bersama-sama Perangi Pandemi Covid-19

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id