Dorong Pembangunan Nasional, Indonesia Diaspora Festival 2021 Resmi Digelar

    Medcom - 01 Desember 2021 14:09 WIB
    Dorong Pembangunan Nasional, Indonesia Diaspora Festival 2021 Resmi Digelar
    Indonesia Diaspora Festival (ID Fest) 2021 mulai 1 hingga 4 Desember 2021. Foto: Medcom.id



    Jakarta: Indonesia Diaspora Festival (ID Fest) 2021 resmi diselenggarakan di Sheraton Grand Jakarta Gandaria City Hotel, Jakarta Selatan mulai 1 hingga 4 Desember 2021. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan keuntungan kepada masyarakat Indonesia melalui migrasi.

    Kegiatan ini diselenggarakan oleh Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia yang bekerja sama dengan pemerintah Jerman, dan Indonesia. Lewat kegiatan ini, para diaspora Indonesia dapat mengembangkan potensi mereka untuk berkontribusi pada pembangunan dunia.

     



    "Kita yakin masih banyak yang bisa dilakukan oleh diaspora Indonesia untuk pembangunan nasional," kata Team Leader Programme Migrants and Diaspora (PMD) Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Indonesia, Makhdonal Anwar, di Jakarta, Rabu, 1 Desember 2021.

    Perencana Madya Direktorat Regional Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Rinella Tambunan pun mengatakan, kerja sama Indonesia dan Jerman telah berlangsung cukup lama. Kegiatan yang mencakup fisik dan non-fisik, termasuk pemberdayaan Sumber Daya Alam (SDA). 

    "SDA sejalan sekali dengan pembangunan nasional. Investasi SDA memang tidak langsung terlihat, tetapi ada nilai-nilai yang strategis sekali guna membangun Indonesia cemerlang," jelas Rinella dalam kesempatan yang sama.

    Anwar menambahkan, kontribusi para alumni mahasiswa Indonesia yang mengenyam pendidikan di Jerman melalui program diaspora, dapat terlihat dalam gelaran yang dilakukan hingga Sabtu. 

    "Program ini merambah bukan hanya dari Jerman ke Indonesia, namun juga Indonesia ke luar negeri," ujar Anwar dalam sambutannya.  

    Terdapat tiga komponen dalam PMD yang diklasifikasikan GIZ. Diantaranya, regular labour migration and mobility (migrasi dan mobilitas tenaga kerja regular), diaspora cooperation (kerja sama diaspora), serta diaspora governance (tata kelola diaspora). 

    Kini, bantuan terhadap lebih dari 4.200 akademisi diketahui telah disalurkan, selama   atau berkarya di Jerman. Mereka kian berbagi pengetahuan guna meningkatkan pembangunan nasional.

    "Bukan hanya cari untung, namun juga bagaimana ikut menciptakan lapangan kerja lingkungan sekitar," pungkas Anwar. (Nadia Ayu Soraya)

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id