Indonesia-Rusia Saling Berbagi Pengalaman di Dialog Bilateral HAM Ke-11

    Willy Haryono - 19 Oktober 2021 23:06 WIB
    Indonesia-Rusia Saling Berbagi Pengalaman di Dialog Bilateral HAM Ke-11
    Dialog HAM Indonesia-Rusia ke-11 digelar dalam format hibrida pada 15 Oktober 2021. (Kemenlu RI)



    Bali: Dialog Bilateral Hak Asasi Manusia (HAM) antara Indonesia dan Rusia akan terus menjadi wadah kerja bagi kedua negara dalam melakukan promosi dan pelindungan nilai-nilai HAM di tingkat bilateral maupun multilateral. Demikian disampaikan Direktur HAM dan Kemanusiaan, Achsanul Habib, dalam pidato pembukaannya pada Dialog Bilateral HAM ke-11 antara Indonesia dan Rusia.

    Dialog tersebut diselenggarakan dalam format hibrida pada 15 Oktober. Delegasi Indonesia dipimpin Achsanul Habib, sementara Rusia oleh Direktur Kerja Sama Kemanusiaan dan HAM, Rinat Alyautdinov.

     



    Sebagaimana dengan negara-negara sahabat lain, Dialog HAM Indonesia-Rusia ke-11 kali ini menjadi forum berbagi good practices dalam melakukan pemajuan, pemenuhan, dan perlindungan HAM. Secara spesifik, Indonesia-Rusia berbagi pengalaman terkait upaya-upaya yang dilakukan untuk memajukan, memenuhi, dan melindungi hak atas kesehatan, ekonomi, sosial, budaya, dan juga pembangunan.

    Dalam keterangan di situs Kemenlu RI, Selasa, 19 Oktober 2021, Indonesia kembali menyuarakan keprihatinannya atas fenomena nasionalisme vaksin, obat-obatan, serta berbagai peralatan medis lainnya yang merupakan ujung tombak dari mitigasi pandemi Covid-19.

    Baca:  Indonesia-Rusia Perkuat Kerja Sama Kesehatan, Prioritaskan Pengadaan Vaksin

    Indonesia mengajak Rusia sebagai negara sahabat untuk bersama-sama mendorong komunitas internasional agar mengedepankan prinsip akses setara, aman, dan terjangkau dalam melakukan penanganan pandemi.

    Obat-obatan, peralatan medis, dan vaksin harus dapat diperlakukan sebagai barang umum, yang distribusinya kepada masyarakat dunia harus dipandang sebagai kewajiban negara-negara dalam melakukan upaya pemenuhan hak atas kesehatan.

    Kerja sama konstruktif dari kedua negara juga menjadi semakin penting mengingat keduanya merupakan anggota Dewan HAM PBB. Kedua pihak bersepakat untuk bersama-sama terus mengawal kinerja Dewan HAM PBB yang inklusif, tanpa politisasi, dan tanpa standar ganda.

    Indonesia-Rusia juga bersepakat untuk terus mempererat upaya bersama untuk menyeimbangkan antara pembahasan kelompok isu hak-hak sipil dan politik dengan pembahasan kelompok isu hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya. Terkait pembahasan HAM di suatu negara, Indonesia-Rusia akan terus menyuarakan pentingnya pembahasan isu HAM di suatu negara yang melibatkan negara tersebut.

    Dialog Bilateral HAM merupakan bagian dari komitmen Indonesia dalam mewujudkan diplomasi HAM yang berasaskan dialog tulus dan kerja sama konstruktif. Hal ini diejawantahkan Indonesia pada mekanisme HAM di tingkat bilateral, regional, maupun multilateral.

    Selama hampir 2 dekade terakhir, Indonesia menyelenggarakan Dialog Bilateral HAM secara rutin dengan sejumlah negara sahabat, seperti Norwegia, Iran, Uni Eropa, Kanada, Swedia dan Rusia . Sebagian dari Dialog HAM dengan negara mitra tersebut bahkan telah dilakukan belasan kali.

    Rusia akan menjadi tuan rumah dari Dialog Bilateral HAM Indonesia-Rusia selanjutnya, yang akan diadakan di Moskow pada 2022. Jika situasi semakin membaik, maka pertemuan dapat dilakukan secara fisik.

    (WIL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id