ABK Dikubur di Laut, Perusahaan Tak Pernah Lapor Kemenlu

    Marcheilla Ariesta - 20 Mei 2020 14:42 WIB
    ABK Dikubur di Laut, Perusahaan Tak Pernah Lapor Kemenlu
    Jenazah ABK WNI yang akan dilarung dari kapal Tiongkok di Perairan Somalia. Foto: Facebook
    Jakarta: Kasus pelarungan jenazah Anak Buah Kapal (ABK) asal Indonesia kembali merebak. Setelah pelarungan tiga ABK asal Indonesia di Kapal Long Xing 629, kasus kali ini menimpa 'H' yang merupakan ABK WNI Kapal Lu Qing Yuan Yu 623.

    Baca: Dugaan Penganiayaan ABK WNI di Kapal Tiongkok Kembali Terjadi.

    Kementerian Luar Negeri bersama dengan Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memfasilitasi perusahaan pengirim ABK dan keluarga. Pertemuan secara virtual tersebut dilakukan pada 18 Mei 2020 lalu.

    Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri Judha Nugraha mengatakan ‘H’ diketahui meninggal dunia pada 16 Januari lalu.

    "PT MTB (yang memberangkatkan ABK) telah membuat Surat Keterangan Kematian pada 23 Januari 2020, kepada pihak-pihak terkait dan ditembuskan kepada Kementerian Luar Negeri, Kementerian Ketenagakerjaan, dan BP2MI," kata Judha dalam konferensi pers virtual Rabu 20 Mei 2020.

    “Namun, rupanya surat tersebut tidak pernah dikirimkan ke tiga kementerian dan lembaga tersebut. Kemenlu baru menerima informasi mengenai kejadian ini pada 8 Mei 2020 melalui pengaduan yang kami terima," imbuhnya.

    Berdasarkan informasi tersebut, sejak 8 Mei lalu Kemenlu telah melakukan berbagai langkah, seperti meminta informasi dari pihak keluarga, berkoordinasi dengan KBRI di Nairobi, karena ‘H’ dilarungkan di perairan Somalia.

    Dari koordinasi tersebut, imbuh Judha, Konsul Kehormatan RI di  Somalia telah berkoordinasi dengan otoritas setempat, dan hingga saat ini tidak ada informasi mengenai peristiwa tersebut.

    "Jadi peristiwa itu tidak diketahui oleh otoritas setempat," terangnya.

    Kini, Kemenlu terus berkoordinasi dengan KBRI Beijing yang telah menyampaikan nota diplomatik kepada Kemenlu Tiongkok untuk meminta penyelidikan lebih lanjut. Penyelidikan termasuk peristiwa pelarungan, penyebab pelarungan, dan penyelidikan mengenai kondisi ABK WNI lain di atas kapal.

    "Kami sudah melakukan pertemuan antar kementerian dan lembaga dengan menghadirkan ahli waris dan maning agency pada 18 Mei. Dan hari ini, kami melakukan pertemuan kembali dengan ahli waris," pungkas Judha.

    ‘H’ merupakan ABK kapal Lu Qing Yuan Yu 623 yang meninggal pada 16 Januari 2020 di atas kapal. Dia ditemukan meninggal saat dibangunkan untuk bekerja. Tidak diketahui penyebab kematiannya.



    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id