Pasukan Myanmar Tabrak dan Culik Aktivis Muslim Penentang Kudeta

    Fajar Nugraha - 16 April 2021 11:33 WIB
    Pasukan Myanmar Tabrak dan Culik Aktivis Muslim Penentang Kudeta
    Polisi Myanmar di Kota Mandalay berhadapan dengan para pendemo penentang kudeta. Foto: RFA



    Yangon: Aktivis di Negara Bagian Chin, Myanmar melintasi perbatasan India untuk menghindari tindakan keras yang kejam. Pasukan Myanmar masih terus memburu para penentang kudeta.

    Pasukan keamanan di Myanmar menangkap pemimpin protes yang menggunakan sepeda motor pada Kamis 15 April. Pihak pasukan bahkan menabraknya dengan mobil tak bertanda, sebelum membawanya pergi.






    “Sementara polisi dan militer membunuh delapan orang dan menangkap 30 pengunjuk rasa di seluruh negeri dalam 24 jam terakhir,” sumber di negara itu mengatakan kepada Radio Free Asia (RFA), Jumat 16 April 2021.

    Polisi menangkap aktivis Muslim berusia 25 tahun Wai Moe Naing yang paling vokal menentang perebutan kekuasaan militer, dari pemerintah Aung San Suu Kyi yang dipilih secara demokratis di negara itu pada 1 Februari.

    Kejadian berlangsung saat Wai Moe Naing dan pengendara sepeda motor lainnya melaju bersama dalam protes di kota Monywa, di wilayah Sagaing. Tiba-tiba saja dia ditabrak oleh mobil polisi tanpa tanda.

    Seorang penduduk setempat, yang tidak mau disebutkan namanya, mengatakan kepada RFA Myanmar Service bahwa sepeda motor yang dikendarai Wai Moe Naing sengaja ditabrak oleh mobil sipil berkulit putih.

    “Mereka sedang mengendarai sepeda motor. Tiba-tiba terjadi benturan keras dan ketika saya melihat, ada beberapa orang keluar dari mobil dengan membawa senjata,” menurut pengakuan penduduk setempat itu.

    “Jadi kami menutup pintu, tapi kami masih bisa mendengar suara ketukan di luar. Beberapa saat kemudian kami mendengar tetangga kami mengatakan bahwa mereka telah mengambil Wai Moe Naing. Saya bisa melihat sepeda motor biru mudanya tergeletak di jalan. Dia selalu naik yang itu,” ucapnya.

    Video kejadian menunjukkan mobil hitam membelok ke arah sepeda motor. Plat nomor mobil tidak cocok dengan model kendaraan yang terdaftar di database kendaraan Myanmar.

    Alasan perbedaan antara rekaman video dan akun wanita tersebut terkait warna mobil tidak segera jelas. Saksi lain bernama Hein Zaw Win, anggota panitia protes di Monywa, mengatakan kepada RFA bahwa mobil telah menunggu di jalan untuk kedatangan Wai Moe Naing dan pengikutnya.

    “Mobil itu langsung bergerak ke motornya. Kami tidak bisa melihat yang di dalamnya dengan jelas, tapi Wai Moe Naing bisa bangkit setelah mereka memukulnya,” ujar Hein Zaw Win.

    “Ada sekitar delapan dari mereka dalam pakaian sipil. Orang-orang di dekatnya yang melihat kejadian itu mengatakan dia dipukuli sebelum dia dibawa pergi. Kami mendengar dia ditahan di Markas Komando Northwest," menurut Hein.

    Sedangkan enam orang lainnya dengan sepeda motor yang menemani Wai Moe Naing berhasil melarikan diri.

    Wai Moe Naing telah memimpin protes harian di Monywa sejak hari pertama kudeta. RFA tidak dapat mengonfirmasi laporan bahwa dia mungkin menderita luka yang mengancam jiwa dalam serangan itu.


    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id