Polisi Myanmar Ajukan Tuntutan Baru ke Aung San Suu Kyi

    Marcheilla Ariesta - 16 Februari 2021 18:45 WIB
    Polisi Myanmar Ajukan Tuntutan Baru ke Aung San Suu Kyi
    Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi kembali dituntut polisi. Foto: AFP.
    Yangon: Polisi Myanmar mengajukan tuntutan baru kepada pemimpin de facto Aung San Suu Kyi. Setelah sebelumnya dilaporkan melakukan pelanggaran impor walkie talkie ilegal, kini Suu Kyi menghadapi dakwaan melanggar Undang-Undang Bencana Alam.

    Pengacara Suu Kyi, Khin Maung Zaw mengatakan tuntutan baru diungkapkan pada Selasa, 16 Februari 2021, sehari sebelum Suu Kyi dibebaskan oleh militer.

    Meski demikian, ia tidak menjelaskan secara rinci dakwaan baru terhadap Suu Kyi tersebut.

    Ia menuturkan Suu Kyi telah bertemu dengan hakim melalui panggilan video karena peraturan akibat virus korona (covid-19). Namun, pengacara tidak bisa hadir karena belum mendapat surat kuasa.

    "Tidak ada berita merupakan kabar baik. Kami belum mendengar atau menerima kabar buruk (tentang Suu Kyi)," kata Khin Maung Zaw, dilansir dari The Straits Times.

    Ia menambahkan, tanggal sidang Suu Kyi di pengadilan berikutnya adalah 1 Maret mendatang.

    Suu Kyi ditahan oleh militer pada 1 Februari lalu. Tak hanya perempuan 75 tahun itu, namun beberapa pejabat tinggi sipil juga turut ditahan.

    Ia menghabiskan hampir 15 tahun sebagai tahanan rumah atas upayanya mengakhiri kekuasaan militer di Myanmar. Kini, ia harus kembali menghadapi penahanan karena digulingkan oleh militer.

    Seharusnya, Suu Kyi dibebaskan pada 15 Februari kemarin, namun masa penahanannya diperpanjang hingga 17 Februari besok.

    Baca juga: Minggu Ini Aung San Suu Kyi akan Hadapi Pengadilan
     

    (FJR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id