comscore

Kisah Pekerja WNI yang Berhasil Keluar dengan Selamat dari Ukraina

Endang Junaidi - 23 Maret 2022 18:05 WIB
Kisah Pekerja WNI yang Berhasil Keluar dengan Selamat dari Ukraina
Zulham salah satu WNI yang selamat dari Ukraina yang diinvasi Rusia. Foto: MGN
Langkat: Sebanyak sembilan WNI bekerja di salah satu pabrik plastik di Kota Cherniv, Ukraina. Setelah diselamatkan usai terjadi invasi Rusia, mereka akhirnya berhasil Kembali ke Tanah Air.

Zulham salah satu WNI yang selamat mengaku dirinya bekerja sebagai operator mesin di pabrik tersebut.
“Saat terjadi perang antara Rusia dan Ukraina, Kota Cherniv sangat mencekam dengan banyaknya pesawat tempur dan artileri tantara Rusia yang menggempur kota Kiev dan Cherniv,” ujar Zulham.

Bahkan dua hari setelah para penduduk sipil dievakuasi, diketahui tempat mereka bekerja juga ikut hancur menjadi sasaran bom pasukan Rusia.

Zulham mengatakan dirinya sangat senang bisa selamat dan berkumpul Kembali dengan keluarga. “Saya mengucapkan terimakasih kepada pemerintah Indonesia yang telah bersusah payah mengevakuasi kami para WNI,” ungkap Zulham.

Sebelumnya pada 21 Maret 2022, WNI kloter terakhir yang dievakuasi dari Ukraina sudah tiba di Indonesia. Mereka tiba di Tanah Air dengan didampingi tim Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri.

"Tim dan evacuee dari Ukraina baru landing di CGK (Bandara Soekarno-Hatta)," kata Direktur PWNI dan BHI, Judha Nugraha, Senin, 21 Maret 2022.

Sebanyak 12 WNI yang ikut dalam kloter terakhir evakuasi. Ke-12 orang ini termasuk sembilan yang terjebak di Chernihiv, salah satu wilayah yang diserang Rusia di Ukraina.

Para WNI serta tim PWNI dan BHI Kemenlu berangkat dari Warsawa, Polandia pukul 20.28 waktu Indonesia pada Minggu, 20 Maret 2022.

Proses evakuasi WNI di Chernihiv memakan waktu hingga 22 hari. Judha menuturkan,  keselamatan WNI menjadi prioritas utama dalam proses evakuasi.

Para WNI berhasil dikeluarkan dari Chernihiv pada 18 Maret 2022 lalu. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengucapkan terima kasih kepada para WNI karena telah bersabar.

Kala itu, Retno menyampaikan, berbagai skenario jalur evakuasi yang dibuat, terus dilakukan pengaturan setiap hari. "Tentunya, pengaturan ini dilakukan karena situasi di lapangan yang terus berubah," sambung dia.

Saat ini, masih ada 23 WNI dan sembilan staf esensial KBRI di Ukraina. Para WNI ini memilih untuk tidak dievakuasi dengan alasan keluarga - mereka menikah dengan orang Ukraina.

Sesuai dengan peraturan saat ini, laki-laki Ukraina berusia 18-60 tahun dilarang meninggalkan negara. Mereka menunggu untuk wajib militer dalam rangka membantu pasukan keamanan menghalau invasi Rusia ke Ukraina.

(FJR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id